“Saya sangat senang melihat perempuan diberi kesempatan yang sama untuk berkembang. Bahkan ada perempuan yang menjadi kepala departemen dan mengikuti pelatihan pengelasan yang selama ini identik dengan laki-laki,” ujar Jane.

Menurutnya, kesempatan yang setara bagi perempuan untuk mengembangkan keterampilan merupakan langkah penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang inklusif dan berdaya saing.

Selain pelatihan vokasi, Jane juga mengapresiasi program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C yang dijalankan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di BLK Don Bosco. Program tersebut dinilai memberikan kesempatan kedua bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal agar tetap memperoleh ijazah sekaligus meningkatkan kompetensinya.

Ia juga menaruh perhatian pada inovasi pemanfaatan internet yang didukung menara bambu hasil produksi lokal.

Menurut Jane, inovasi tersebut dapat menjadi solusi untuk memperluas akses teknologi informasi hingga ke wilayah pedesaan dan mendukung proses pembelajaran berbasis digital.

Dalam dialog bersama pimpinan BLK Don Bosco, Jane turut mengusulkan agar lembaga tersebut mengembangkan pelatihan perbaikan dan pemeliharaan alat-alat pertanian.