Kefamenanu, RakyatNTT.ID – Jambore Pelayanan Anak, Remaja, dan Taruna (PART) Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) VII Tahun 2026 yang dipusatkan di Klasis Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, resmi ditutup dengan penuh sukacita di Jemaat Ebenhaezer Tuamese, Desa Tuamese, Kecamatan Biboki Anleu, Jumat (3/7/2026).

Selama lima hari pelaksanaan, mulai 29 Juni hingga 3 Juli 2026, kegiatan berlangsung lancar dan sukses dengan diikuti lebih dari 1.000 peserta dari berbagai klasis di lingkungan GMIT.

Mengusung tema “Lakukan Keadilan, Cintai Kesetiaan, dan Hidup Rendah Hati di Hadapan Allah” (Mikha 6:8), Jambore PART GMIT VII Tahun 2026 mengajak generasi muda gereja untuk bertumbuh menjadi pribadi yang beriman, peduli, dan siap melayani.

Adapun subtema kegiatan berbunyi, “Anak GMIT Citra Kristus, Sehat, Cerdas, dan Kreatif, Siap Menjadi Saksi bagi Kemuliaan Allah.”

Wadah Pembinaan Iman dan Persaudaraan

Pelaksanaan jambore mengacu pada keputusan Musyawarah Anak PART dalam Jambore VI PART GMIT Tahun 2022 di GMIT Betania Ba’a, Klasis Lobalain, Program Pelayanan PART Sinode GMIT Tahun 2026, serta keputusan Majelis Sinode GMIT mengenai pembentukan Panitia Jambore VII.

Kegiatan ini bertujuan mempererat persekutuan anak, remaja, dan para pelayan PART GMIT, sekaligus menjadi ruang pembinaan karakter, penguatan iman, serta membangun persaudaraan kristiani.

Selain menjadi ajang beribadah bersama, jambore juga memberikan kesempatan kepada anak-anak dan remaja untuk menyampaikan aspirasi melalui Musyawarah Anak GMIT serta memperkuat komitmen pelayanan di lingkungan gereja.

Hadirkan 29 Kelas Pembinaan

Rangkaian kegiatan dikemas dalam Pesta Iman Anak dan Remaja (PIAR) yang terdiri atas tiga paket utama.

Pertama, Kelas Cerdas yang menghadirkan 29 kelas pembinaan dengan berbagai materi pengembangan karakter dan kepemimpinan.

Kedua, kegiatan Outbound yang mengajak peserta mengikuti permainan edukatif dan tantangan di alam terbuka untuk membangun kerja sama, keberanian, dan kemandirian.

Ketiga, Jambore Gembira yang diisi dengan pentas seni budaya, pameran karya peserta, wisata, Semiloka Gereja Ramah Anak, hingga Musyawarah Anak GMIT.

Peserta juga mengikuti talkshow bertajuk “Saya Berharga” yang menguatkan identitas Anak GMIT sebagai Citra Kristus.

Sementara itu, Semiloka Gereja Ramah Anak membahas berbagai isu aktual yang dihadapi generasi muda, mulai dari perlindungan anak, penggunaan media sosial secara bijak, bahaya perjudian daring, penyalahgunaan aplikasi MiChat, hingga kesehatan mental.

Seluruh aktivitas diawali dengan saat teduh setiap pagi dan ditutup dengan doa bersama setiap malam selama jambore berlangsung.

Penutupan Berlangsung Meriah

Acara penutupan berlangsung meriah di Jemaat Ebenhaezer Tuamese dengan sambutan budaya dari Jemaat Paulus Wini, Jemaat Maranatha Mena, Jemaat Biboki Anleu, dan Jemaat Ebenhaezer Tuamese sebagai tuan rumah.

Suasana penuh sukacita semakin terasa ketika para peserta turut mengunjungi kawasan wisata Tuamese yang menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Timor Tengah Utara.

Majelis Sinode dan Pemda Beri Apresiasi

Wakil Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Saneb Yohanis Ena Blegur, S.Th., menyampaikan apresiasi kepada Majelis Klasis TTU serta Panitia Pelaksana yang dipimpin Pdt. Angkol K. K. Tangwal, M.Th.

Dalam suara gembalanya, ia menilai seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses dan mampu mewujudkan harapan Majelis Sinode Harian GMIT.

Apresiasi juga disampaikan Wakil Bupati Timor Tengah Utara, Kamillus Elu, S.H., yang menyebut keberhasilan jambore merupakan buah kolaborasi antara Majelis Sinode GMIT, panitia, para pendeta, pembina, relawan, serta seluruh jemaat.

Ia berharap semangat pelayanan, persaudaraan, dan kebersamaan yang tumbuh selama jambore terus dipelihara untuk membentuk generasi muda TTU yang beriman, berkualitas, dan memiliki daya saing.

Peserta Melampaui Target, Dana Capai Rp1,2 Miliar

Ketua Panitia Pelaksana, Pdt. Angkol K. K. Tangwal, M.Th., mengungkapkan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan bukti penyertaan Tuhan sekaligus hasil kerja sama seluruh jemaat dan para pendukung kegiatan.

Ia juga mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap Jambore PART GMIT VII. Jika semula panitia memperkirakan sekitar 800 peserta, jumlah yang hadir ternyata menembus lebih dari 1.000 orang.

“Semua memiliki kesadaran dan rasa memiliki untuk mendukung kegiatan ini, khususnya Jemaat Petra Kefamenanu, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Klasis TTU siap melaksanakan tugas pelayanan apa pun yang dipercayakan Majelis Sinode GMIT ke depan. Jika dikerjakan dengan iman, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan,” ujarnya.

Pdt. Angkol juga mengungkapkan bahwa total dana yang berhasil dihimpun selama masa persiapan hingga pelaksanaan mencapai sekitar Rp1,2 miliar, yang bersumber dari usaha panitia, dukungan jemaat, dan kontribusi Majelis Sinode GMIT.

Keberhasilan penyelenggaraan Jambore PART GMIT VII Tahun 2026 di Klasis TTU diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat pelayanan anak dan remaja GMIT serta melahirkan generasi yang sehat, cerdas, kreatif, beriman, dan siap menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat. (rnc)