Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Dari total tersebut:
- 53,875 kilometer telah beraspal.
- 10,776 kilometer telah ditingkatkan kualitas jalannya.
- 43,515 kilometer masih berupa jalan tanah atau setapak.
- 33,125 kilometer masih berupa ruas yang belum tembus.
Artinya, masih terdapat 87,416 kilometer ruas jalan yang membutuhkan penanganan pengaspalan dan pembangunan lanjutan.
Menurut Janto, penyelesaian proyek direncanakan secara bertahap, yaitu:
- Tahun 2027: 10 kilometer.
- Tahun 2028: 26,75 kilometer.
- Tahun 2029: 23,9 kilometer.
- Tahun 2030: 18 kilometer.
- Tahun 2031: 8,77 kilometer.
Selain pembangunan badan jalan, pemerintah juga akan membangun sejumlah jembatan agar jalur tersebut dapat berfungsi secara optimal.
“Total kebutuhan anggaran pembangunan fisik Jalan Lingkar Utara Flores diperkirakan mencapai Rp1.079,45 miliar,” ujar Janto saat memaparkan progres pembangunan kepada Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI.
Komisi V DPR RI Minta Persoalan Lahan Diselesaikan
Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI, H. Andi Iwan Darmawan Aras, menegaskan bahwa percepatan pembangunan sangat bergantung pada kesiapan lahan.
Menurutnya, persoalan pembebasan lahan harus diselesaikan terlebih dahulu agar pembangunan tidak kembali mengalami hambatan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan