Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
London, RakyatNTT.ID – Pemerintah Inggris secara resmi menetapkan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), pasukan elite militer Iran, sebagai organisasi teroris.
Keputusan ini diambil melalui kewenangan baru yang diberikan dalam National Security (State Threats) Act, sebagai bagian dari langkah memperkuat perlindungan terhadap keamanan nasional.
Menteri Keamanan Inggris, Angela Eagle, mengatakan pemerintah memiliki dasar yang kuat untuk memasukkan IRGC ke dalam daftar organisasi terlarang setelah aparat keamanan menemukan berbagai aktivitas yang dinilai mengancam keselamatan warga dan stabilitas negara.
Dalam pernyataan tertulis kepada parlemen, Eagle menyebut aktivitas yang dikaitkan dengan IRGC mencakup ancaman terhadap nyawa serta tindakan intimidasi yang terjadi di wilayah Inggris.
“Aktivitas yang teridentifikasi terkait dengan IRGC melibatkan ancaman terhadap nyawa dan intimidasi di wilayah Inggris,” ujar Angela Eagle, dikutip Selasa (14/7/2026).
IMCR Juga Masuk Daftar Organisasi Teroris
Selain IRGC, pemerintah Inggris turut menetapkan Islamic Movement of Companions of the Right (IMCR) sebagai organisasi teroris.
Kelompok tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan Iran dan kini masuk dalam daftar organisasi yang dilarang berdasarkan regulasi keamanan nasional terbaru.
Penetapan kedua organisasi tersebut merupakan implementasi percepatan National Security (State Threats) Act, yang sebelumnya dijanjikan oleh Perdana Menteri Keir Starmer pada April lalu.
Undang-undang tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan pemerintah Inggris dalam menghadapi ancaman yang berasal dari negara asing maupun organisasi yang dinilai membahayakan keamanan nasional.
Dukungan terhadap IRGC Kini Berstatus Tindak Pidana
Dengan masuknya IRGC dan IMCR ke dalam daftar organisasi teroris, seluruh bentuk dukungan terhadap kedua kelompok tersebut kini dikategorikan sebagai pelanggaran pidana di Inggris.
Larangan tersebut mencakup berbagai aktivitas, antara lain:
- Mengajak pihak lain untuk memberikan dukungan kepada organisasi terlarang.
- Menyatakan dukungan secara terbuka.
- Membantu pelaksanaan aktivitas organisasi yang memiliki kaitan dengan Inggris.
- Memberikan bantuan material atau fasilitas kepada organisasi tersebut.
- Menerima maupun menyimpan keuntungan materi yang diberikan oleh atau atas nama organisasi terlarang.
Pemerintah Inggris menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mencegah ancaman keamanan yang berasal dari luar negeri serta memperkuat perlindungan terhadap masyarakat dari aktivitas yang dianggap mengganggu stabilitas negara.
Penetapan IRGC sebagai organisasi teroris juga menandai sikap yang semakin tegas dari Inggris terhadap aktivitas yang dinilai memiliki hubungan dengan ancaman keamanan internasional, khususnya yang berkaitan dengan Iran. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan