Puncak acara ditandai dengan prosesi pemukulan gong oleh Gubernur NTT bersama Bupati SBD, para kepala daerah, dan pimpinan GKS sebagai simbol resmi dibukanya Sidang Sinode ke-44 GKS.

Keikutsertaan Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla dalam prosesi tersebut mencerminkan dukungan Pemkab SBD terhadap penyelenggaraan forum permusyawaratan tertinggi GKS.

Momentum itu juga menjadi simbol eratnya kolaborasi antara pemerintah dan gereja dalam mendukung pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai iman, persatuan, dan pelayanan kepada masyarakat.

Iklan

Sidang Sinode ke-44 GKS memiliki peran penting dalam mengevaluasi pelayanan gereja, menetapkan arah kebijakan organisasi, serta merumuskan berbagai program strategis untuk menjawab tantangan pelayanan dan dinamika kehidupan masyarakat.

Melalui forum tersebut, diharapkan lahir berbagai keputusan yang semakin memperkuat peran gereja sebagai mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Pulau Sumba.

Pemkab SBD memandang kemitraan dengan lembaga keagamaan sebagai bagian penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang partisipatif. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendorong terwujudnya pembangunan yang berkeadilan, berdaya saing, dan berkelanjutan.