Jika kerusakan tersebut terus berlangsung, kawasan pesisir berpotensi mengalami abrasi yang semakin parah, bahkan mengancam permukiman warga akibat naiknya permukaan air laut.

Selain itu, rusaknya ekosistem mangrove juga dapat mengganggu habitat ikan, kepiting, dan berbagai biota laut yang menjadi sumber penghidupan masyarakat nelayan.

Dukung Kelestarian Lingkungan dan Ekonomi Masyarakat

Melalui aksi penanaman mangrove dan pembersihan pantai, FKKH Undana bersama para mitra berupaya membangun benteng ekologis untuk melindungi pesisir Kota Kupang.

Dalam jangka panjang, hutan mangrove berfungsi sebagai penahan gelombang, mengurangi risiko abrasi, mencegah intrusi air laut ke sumber air warga, serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Pemulihan kawasan mangrove juga diharapkan mampu menghidupkan kembali potensi wisata alam Oesapa Barat dan meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor perikanan dan ekowisata.

Aksi “Clean on Green x Bumi Lestari” menjadi bukti bahwa institusi pendidikan, khususnya FKKH Undana, tidak hanya berperan mencetak tenaga kesehatan profesional, tetapi juga aktif berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian penting dari upaya mewujudkan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan. (*/rnc)