Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Nusa Tenggara Timur dikenal sebagai wilayah kepulauan dengan dominasi lahan kering beriklim semi-arid atau bercurah hujan rendah. Sebaliknya, Maluku Utara memiliki karakter lahan kering yang dipengaruhi iklim basah dengan tingkat curah hujan lebih tinggi.
Perbedaan tersebut dipandang sebagai kekuatan untuk menghasilkan riset yang mampu melahirkan inovasi pertanian yang adaptif terhadap berbagai kondisi lingkungan.
Melalui kolaborasi tersebut, kedua institusi akan mengembangkan penelitian mengenai varietas tanaman yang tahan terhadap perubahan iklim, pengelolaan lahan kering, hingga sistem budidaya yang sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan.
Dorong Inovasi Pertanian Kepulauan
Kerja sama antara Faperta Undana dan Faperta Unkhair juga diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi yang mendukung ketahanan pangan di kawasan Indonesia Timur.
Pengembangan teknologi pertanian yang lebih sesuai dengan kondisi kepulauan dinilai penting karena selama ini banyak konsep pembangunan pertanian mengacu pada karakteristik lahan basah di wilayah kontinental yang belum tentu relevan diterapkan di daerah kepulauan seperti NTT dan Maluku Utara.
Melalui riset bersama, kedua fakultas akan mengembangkan berbagai solusi berbasis kebutuhan lokal, mulai dari benih unggul adaptif terhadap iklim ekstrem, teknologi irigasi hemat air, hingga penguatan sistem agribisnis dan rantai pasok antarpulau.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan