Untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan program, sebagian besar kegiatan akademik dirancang menggunakan sistem pembelajaran dan kolaborasi secara hibrida atau daring.

“Ke depan akan ada penelitian bersama, pengembangan kurikulum, program MBKM, magang mahasiswa, serta berbagai kegiatan kemahasiswaan berskala nasional. Kami juga membahas peluang kerja sama internasional melalui jejaring yang telah dimiliki Universitas Khairun, termasuk dengan Timor-Leste,” ujar Dekan Faperta Undana, Dr. Tomycho Olviana.

Unkhair Jadikan Agribisnis Undana sebagai Benchmark

Dekan Faperta Unkhair, Lily Ishak, menjelaskan bahwa pihaknya memilih Faperta Undana sebagai mitra strategis karena keberhasilan pengelolaan Program Studi Agribisnis yang dinilai berkembang pesat.

Kerja sama ini sekaligus menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu akademik dan akreditasi program studi melalui proses benchmarking, khususnya dalam pengembangan tata kelola pendidikan dan kurikulum.

Selain bidang pendidikan, kedua fakultas juga akan memperkuat kualitas publikasi ilmiah melalui pertukaran reviewer jurnal dan kolaborasi riset dosen di tingkat nasional maupun internasional.

Sebelum penandatanganan PKS, rombongan Faperta Unkhair turut mengunjungi Unit Laboratorium Biosains Terpadu Undana serta Galeri Dharma Wanita Persatuan (DWP) Undana untuk melihat berbagai hasil inovasi kampus dan produk tenun khas Nusa Tenggara Timur.

Kolaborasi Dua Agroekosistem Berbeda

Salah satu keunikan kerja sama ini adalah penyatuan dua karakter agroekosistem yang berbeda di Indonesia Timur.