Seba, RakyatNTT.ID – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran kembali ditunjukkan Bupati Sabu Raijua, Krisman B. Riwu Kore, S.E., M.M.

Pada Rabu (8/7/2026), Bupati Krisman menyerahkan secara simbolis Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Triwulan II sekaligus bantuan intervensi stunting di Aula Kantor Desa Menia, Kecamatan Sabu Barat.

Selain BLT DD, pemerintah daerah bersama pemerintah desa juga menyalurkan stimulus pangan berupa telur dan susu. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi ibu hamil, bayi, dan balita yang mengalami stunting maupun kekurangan gizi.

Iklan

Kegiatan tersebut dihadiri Plt. Asisten I Sekda Kabupaten Sabu Raijua, Camat Sabu Barat, Penjabat Kepala Desa Menia dan Menia Timur, Koordinator Kabupaten P3MD Sabu Raijua, Ketua BPD dan perangkat desa, mahasiswa IAKN Kupang, serta para Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

22 KPM Terima BLT Dana Desa

Penjabat Kepala Desa Menia dalam laporannya menyampaikan bahwa penerima BLT DD Triwulan II di Desa Menia berjumlah 22 KPM.

Setiap KPM menerima bantuan sebesar Rp200.000 per bulan. Hingga Triwulan II 2026, total anggaran yang telah direalisasikan mencapai Rp26,4 juta dari total pagu anggaran BLT DD tahun 2026 sebesar Rp52,8 juta.

Sementara untuk program pencegahan dan penanganan stunting, Pemerintah Desa Menia menyalurkan bantuan telur dan susu kepada 13 bayi dan balita yang terindikasi stunting, gizi kurang maupun gizi buruk.

Bantuan serupa juga diberikan kepada lima ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Bupati Krisman: Saya Tidak Ingin Hanya Bekerja di Balik Meja

Dalam sambutannya, Bupati Krisman menegaskan bahwa kehadirannya secara langsung di tengah masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai kepala daerah.

Ia ingin mendengar secara langsung keluhan, kebutuhan, dan aspirasi masyarakat, bukan hanya menerima laporan dari balik meja.

“Kalau saya berada di Sabu, saya akan berusaha hadir dalam kegiatan seperti ini. Ini bagian dari komitmen saya sebagai Bupati untuk turun langsung mendengar aspirasi masyarakat. Saya tidak ingin hanya bekerja di balik meja dengan ruangan ber-AC tanpa melihat langsung kondisi masyarakat,” tegas Krisman.

Menurutnya, kehadiran langsung pemerintah di tengah masyarakat penting untuk memastikan program yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan warga.

BLT Turun dari Rp300 Ribu Menjadi Rp200 Ribu

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menjelaskan kepada masyarakat mengenai penurunan nilai BLT Dana Desa dari sebelumnya Rp300.000 menjadi Rp200.000 per bulan.

Krisman menyebut perubahan tersebut merupakan dampak kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang berimplikasi terhadap Dana Desa dan Transfer ke Daerah (TKD).

Namun, ia menjelaskan bahwa anggaran hasil efisiensi tersebut dialihkan untuk membiayai sejumlah program strategis nasional yang juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di antaranya program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Saya merasa rugi kalau anggaran daerah dipotong untuk membiayai program nasional, tetapi program itu tidak hadir di Sabu Raijua. Karena itu saya berupaya keras agar program-program tersebut bisa masuk ke daerah kita dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Salah satu bentuk dukungan Pemkab Sabu Raijua terhadap program tersebut adalah penyediaan lahan kawasan Civic Center untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Menia.

KPM Diminta Bijak Menggunakan Bantuan

Bupati Krisman juga mengingatkan seluruh penerima manfaat agar menggunakan bantuan yang diterima secara bijak.

Ia meminta masyarakat memprioritaskan kebutuhan rumah tangga dan mengelola bantuan bersama keluarga untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan.

“Walaupun jumlah bantuannya berkurang, saya berharap Bapak dan Ibu memanfaatkan bantuan ini dengan baik dan dikelola bersama keluarga untuk kebutuhan rumah tangga. Gunakan bantuan ini dengan bijak demi kesejahteraan keluarga,” pesannya.

Warga Sampaikan Aspirasi Pembangunan

Usai menyerahkan bantuan, Bupati Krisman membuka ruang dialog interaktif bersama masyarakat Desa Menia.

Forum tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan apresiasi sekaligus berbagai kebutuhan pembangunan yang masih harus diperhatikan pemerintah.

Penjabat Kepala Desa Menia menyampaikan sejumlah program pembangunan yang telah dirasakan masyarakat, di antaranya bantuan kawat duri, perahu dan mesin ketinting, pembangunan akses jalan menuju Tambak Garam Kolouju, rumah layak huni, pemasangan meteran listrik gratis, pembangunan sumur bor, hingga perluasan jaringan telekomunikasi melalui pembangunan tower.

Di sisi lain, pemerintah desa menyampaikan sejumlah usulan kebutuhan masyarakat, yakni:

  • Penambahan bantuan kawat duri bagi petani.
  • Peningkatan akses jalan menuju tambak garam di Menia Timur.
  • Penambahan kuota bantuan meteran listrik gratis.
  • Pembangunan Kantor Desa Menia Timur.

Pemkab Sabu Raijua Hemat Rp26 Miliar

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Bupati Krisman menegaskan pemerintah daerah akan terus berupaya mengakomodasi kebutuhan masyarakat dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

Ia mengungkapkan bahwa sejak awal kepemimpinannya, Pemkab Sabu Raijua telah melakukan efisiensi anggaran kedinasan yang menghasilkan penghematan lebih dari Rp26 miliar.

Anggaran tersebut, bersama pemanfaatan dana SILPA, kemudian diarahkan untuk membiayai sejumlah program yang menyentuh langsung masyarakat, seperti santunan duka, pembangunan rumah layak huni, lampu jalan, serta pembangunan infrastruktur jalan.

Gandeng Pemerintah Pusat hingga LSM

Krisman menyadari keterbatasan kemampuan APBD membuat pemerintah daerah harus mencari sumber dukungan lain.

Karena itu, Pemkab Sabu Raijua terus membangun kolaborasi dengan pemerintah pusat, sektor swasta, maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk menghadirkan lebih banyak program pembangunan di daerah.

Sejumlah program eksternal yang berhasil dibawa ke Sabu Raijua antara lain renovasi 1.000 unit rumah dari pemerintah pusat, revitalisasi tambak garam, pembangunan sumur bor, bantuan rumah layak huni dari LSM, serta pembangunan 13 tower telekomunikasi.

“Sebagai Bupati saya tidak boleh berdiam diri di tengah keterbatasan anggaran. Kita harus membangun kolaborasi dengan pemerintah pusat, swasta maupun LSM agar semakin banyak program yang bisa kita hadirkan di Sabu Raijua. Masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan bersama, sehingga sinergi dan kolaborasi harus terus kita perkuat demi membangun Sabu Raijua yang semakin maju dan sejahtera,” pungkas Krisman.

Kegiatan di Desa Menia tersebut menunjukkan bahwa penyaluran bantuan sosial tidak hanya menjadi agenda administratif, tetapi juga menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk mendengar langsung kondisi masyarakat sekaligus menyusun langkah pembangunan berdasarkan kebutuhan di lapangan. (*/rnc)