Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tambolaka, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Barat Daya (SBD) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menggelar Sosialisasi Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Luakoba di Desa Luakoba, Kecamatan Wewewa Barat, Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini menjadi tahapan awal sebelum dimulainya pekerjaan fisik sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai rencana pelaksanaan proyek yang akan dikerjakan.
Sosialisasi dihadiri Bupati SBD Ratu Ngadu Bonnu Wulla, Kepala Dinas PUPR Bangun Munthe, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Benyamin Kaba, Camat Wewewa Barat, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, aparat keamanan, serta perwakilan penyedia jasa konstruksi.
Dalam sambutannya, Bupati Ratu Wulla menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, merupakan salah satu program prioritas Pemkab SBD.
Menurut dia, infrastruktur yang baik menjadi fondasi penting dalam mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ia mengatakan, jalan yang layak akan memperlancar mobilitas masyarakat, mempermudah distribusi hasil pertanian, membuka akses menuju pusat-pusat ekonomi, meningkatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan.
“Pembangunan Rekonstruksi Jalan Luakoba merupakan bagian dari upaya kita mewujudkan visi Kabupaten Sumba Barat Daya, yaitu Terwujudnya Kabupaten Sumba Barat Daya Hebat yang Berkarakter, Sehat, Cerdas, Berketahanan Pangan, dan Berbudaya Menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Ratu Wulla.
Menurut Bupati, keberhasilan pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun penyedia jasa konstruksi. Dukungan, partisipasi, dan kerja sama masyarakat menjadi faktor penting agar pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana dan selesai tepat waktu.
Karena itu, sosialisasi dilakukan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai ruang lingkup pekerjaan, tahapan pelaksanaan, manfaat pembangunan, hingga berbagai kemungkinan yang akan dihadapi selama proses konstruksi berlangsung.
Ratu Wulla juga menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan rekonstruksi jalan dimungkinkan adanya pelebaran badan jalan. Kondisi tersebut dapat berdampak pada pagar, pohon, tanaman, maupun sebagian lahan masyarakat yang berada di ruang milik jalan.
Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat mengedepankan komunikasi, dialog, dan musyawarah apabila muncul persoalan di lapangan.
Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar setiap kendala dapat diselesaikan secara bijaksana tanpa menghambat pembangunan yang sedang berlangsung.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Desa Luakoba untuk mendukung pembangunan ini. Manfaat jalan yang dibangun bukan hanya dirasakan masyarakat saat ini, tetapi juga akan menjadi warisan infrastruktur bagi generasi mendatang,” katanya.
Bupati juga berharap pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta aparat keamanan terus menjadi mitra pemerintah daerah dalam menjaga situasi yang aman dan kondusif selama pekerjaan berlangsung.
Ia menegaskan, sinergi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci agar proyek Rekonstruksi Jalan Luakoba dapat diselesaikan sesuai target dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
Sementara itu, melalui sosialisasi tersebut, Dinas PUPR Kabupaten SBD bersama penyedia jasa konstruksi turut memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai rencana teknis pelaksanaan pekerjaan. Langkah ini dilakukan agar masyarakat memahami proses pembangunan sejak awal serta dapat berpartisipasi menjaga kelancaran pekerjaan hingga proyek selesai dikerjakan.
Pemkab SBD berharap rekonstruksi Jalan Luakoba nantinya mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempercepat aktivitas ekonomi masyarakat, serta mendukung pemerataan pembangunan di Kecamatan Wewewa Barat dan wilayah sekitarnya. (rnc29)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan