Menurut dia, penyediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan erat dengan kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Sementara itu, dukungan di bidang pendidikan diharapkan menjadi investasi untuk mempersiapkan generasi muda yang cerdas dan berkarakter.

Adapun pemberdayaan ekonomi diarahkan untuk memperkuat kapasitas dan peluang usaha masyarakat agar memiliki sumber penghasilan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Libatkan berbagai bidang keilmuan

Program pemberdayaan tersebut turut melibatkan LPPM Unika Atma Jaya melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan pada Juli 2026.

Tim Unika Atma Jaya yang terlibat berasal dari berbagai bidang keilmuan, mulai dari teknik elektro, profesi insinyur, hukum, kedokteran dan ilmu kesehatan, ekonomi pembangunan, hingga pendidikan bahasa Inggris.

Kolaborasi lintas sektor dan keilmuan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat melalui pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri, Ketua Pelaksana Yayasan BRIKasih Anugro Joko Lestariyo, Rektor Universitas Katolik (Unika) Weetebula Dr Wilhelmus Yape Kii, jajaran LPPM Unika Atma Jaya, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga Desa Kalembu Kaha.

Bupati SBD: Pembangunan butuh kolaborasi

Bupati Ratu Wulla menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Yayasan BRIKasih, Unika Atma Jaya, serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan dukungan bagi masyarakat SBD.