Pemerintah Kabupaten Flores Timur sebelumnya telah memfasilitasi proses mediasi guna meredam konflik. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya mampu menghentikan bentrokan yang berulang.

Bentrokan Pernah Terjadi pada Mei 2026

Insiden terbaru ini menambah daftar panjang konflik di wilayah tersebut. Pada 9 Mei 2026, bentrokan serupa juga terjadi dan mengakibatkan kerusakan cukup besar.

Saat itu, belasan rumah dilaporkan terbakar, sementara tujuh warga mengalami luka tembak dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Peristiwa berulang tersebut menunjukkan perlunya langkah penyelesaian yang komprehensif terhadap sengketa tanah adat agar konflik tidak kembali memicu jatuhnya korban jiwa maupun kerugian materiil di tengah masyarakat. (*/rnc)