Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah bentrokan kembali meluas sekaligus memastikan keamanan masyarakat di wilayah terdampak.
BNPB menyebut hingga Minggu (19/7/2026), kondisi di lokasi masih berada dalam pemantauan ketat aparat keamanan. Personel gabungan tetap disiagakan untuk menjaga situasi agar tetap kondusif serta mengantisipasi potensi konflik susulan.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan juga terus berkoordinasi dalam penanganan dampak konflik, termasuk pendataan korban dan kerusakan yang ditimbulkan akibat bentrokan tersebut.
Situasi keamanan di Pulau Adonara diharapkan segera pulih sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan