Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Arlington, RakyatNTT.ID – Timnas Spanyol memastikan tempat di final Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Prancis dengan skor meyakinkan 2-0 pada laga semifinal yang berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB.
Dua gol kemenangan La Furia Roja dicetak Mikel Oyarzabal melalui titik penalti pada menit ke-22 dan Pedro Porro pada menit ke-58. Hasil tersebut membuat Spanyol tinggal selangkah lagi menuju gelar juara dunia dengan menunggu pemenang semifinal Inggris kontra Argentina.
Selain membawa timnya ke partai puncak, Pedro Porro tampil luar biasa sepanjang pertandingan hingga dinobatkan sebagai Man of the Match berkat kontribusi besar di sektor kanan serta gol penentu kemenangan.
Penalti Oyarzabal Buka Jalan Kemenangan Spanyol
Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. Prancis sempat mendapat tekanan setelah Adrien Rabiot menerima kartu kuning pada menit kesembilan akibat pelanggaran terhadap Dani Olmo.
Momentum penting hadir pada menit ke-20 ketika Lucas Digne menjatuhkan Lamine Yamal di dalam kotak penalti. Meski sempat memicu protes dari para pemain Prancis, wasit tetap menunjuk titik putih setelah mendapat konfirmasi VAR.
Mikel Oyarzabal yang dipercaya sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan penyerang Real Sociedad itu gagal dihentikan Mike Maignan dan membawa Spanyol unggul 1-0 pada menit ke-22.
Situasi Prancis semakin sulit setelah bek andalan mereka, William Saliba, mengalami cedera dan harus digantikan Maxence Lacroix pada menit ke-30.
Pedro Porro Pastikan Tiket Final
Spanyol terus mengendalikan permainan melalui dominasi lini tengah yang dipimpin Rodri, Fabian Ruiz, dan Dani Olmo.
Keunggulan La Furia Roja bertambah pada menit ke-58. Dani Olmo membangun kombinasi cepat sebelum memberikan umpan matang kepada Pedro Porro yang melepaskan penyelesaian klinis melewati Mike Maignan.
Gol tersebut menjadi penutup penampilan impresif bek kanan Tottenham Hotspur yang sepanjang laga tampil disiplin dalam bertahan sekaligus aktif membantu serangan.
Lamine Yamal sebenarnya sempat mencetak gol cantik pada babak kedua, tetapi dianulir karena berada dalam posisi offside.
Di sisi lain, Prancis beberapa kali mencoba bangkit melalui Kylian Mbappe. Namun seluruh upaya Les Bleus berhasil dipatahkan pertahanan disiplin Spanyol yang dipimpin Marc Cucurella dan Unai Simon.
Luis de la Fuente: Spanyol adalah Tim Terbaik di Dunia
Selepas pertandingan, pelatih Spanyol Luis de la Fuente memuji mentalitas para pemainnya yang tetap konsisten menjalankan filosofi permainan sejak dirinya menangani tim nasional.
“Kami memulai hampir empat tahun lalu dengan sebuah ide, dan kami tetap setia pada ide itu hingga membawa kami ke titik ini. Hari ini kami menghadapi salah satu tim nasional terbaik di dunia, tetapi mereka menghadapi tim terbaik di dunia. Itulah perbedaannya,” ujar De la Fuente.
Pelatih berusia 65 tahun itu juga memberikan apresiasi kepada seluruh skuad yang dinilainya terus menunjukkan komitmen, solidaritas, serta kualitas sepanjang turnamen.
Pedro Porro: Mimpi Menjadi Nyata
Pedro Porro mengaku sulit menyembunyikan rasa bahagianya setelah mencetak gol sekaligus membawa Spanyol lolos ke final Piala Dunia.
“Ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Jauh melampaui impian terbesar saya. Kami memainkan pertandingan yang luar biasa dan melakukan semua yang diperlukan untuk mencapai final,” kata Porro.
Meski menjadi pencetak gol kedua sekaligus pemain terbaik pertandingan, bek Tottenham itu menegaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim.
“Kami tahu akan menghadapi lawan yang sangat kuat. Ini adalah pencapaian tim, bukan pencapaian saya. Semua pemain tampil fantastis,” tambahnya.
Kontroversi Penalti Lamine Yamal jadi Sorotan
Salah satu momen yang paling banyak dibicarakan dalam laga ini adalah keputusan wasit memberikan penalti kepada Spanyol setelah Lucas Digne melanggar Lamine Yamal.
Sebagian pemain Prancis menganggap bola lebih dahulu mengenai tangan Yamal sebelum kontak terjadi. Namun VAR tetap mengesahkan keputusan di lapangan.
Analis wasit ITV, Christina Unkel, menjelaskan bola mengenai bagian bahu atau sleeve Yamal yang menurut Laws of the Game bukan termasuk handball. Karena itu, keputusan penalti dinilai sudah tepat dan tidak memiliki dasar untuk dibatalkan.
Gol penalti Oyarzabal kemudian menjadi titik balik yang membawa Spanyol menguasai jalannya pertandingan.
Dominasi Lini Tengah Lumpuhkan Prancis
Keputusan Luis de la Fuente kembali mencadangkan Pedri terbukti efektif. Kombinasi Rodri, Fabian Ruiz, dan Dani Olmo menghadirkan keseimbangan antara kreativitas, distribusi bola, hingga perlindungan terhadap lini belakang.
Dani Olmo mendapat kebebasan bergerak di area tengah dan menjadi motor serangan Spanyol. Ia mencatat assist untuk gol Pedro Porro setelah membangun kombinasi cepat yang membelah pertahanan Prancis.
Fabian Ruiz tampil dominan dalam duel-duel lini tengah dengan beberapa kali merebut penguasaan bola dan membantu transisi permainan.
Sementara Rodri kembali menunjukkan kelasnya sebagai pengatur tempo sekaligus pelindung lini pertahanan, membuat Prancis kesulitan mengembangkan permainan sepanjang 90 menit.
Mbappe Tak Berkutik di Hadapan Pertahanan Spanyol
Kylian Mbappe yang sebelumnya tampil tajam sepanjang Piala Dunia 2026 gagal memberikan dampak berarti pada semifinal.
Penyerang Real Madrid tersebut bermain penuh selama 90 menit, namun tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran.
Marc Cucurella beberapa kali sukses menghentikan pergerakan Mbappe, sementara Unai Simon tampil sigap mengamankan ruang di belakang pertahanan.
Didier Deschamps sempat memasukkan Desire Doue dan Rayan Cherki untuk menambah daya gedor, tetapi perubahan tersebut tidak mampu membongkar organisasi permainan Spanyol.
Spanyol Tatap Final dengan Percaya Diri
Kemenangan atas Prancis semakin menegaskan status Spanyol sebagai salah satu tim terbaik di Piala Dunia 2026. Organisasi permainan yang solid, efektivitas dalam memanfaatkan peluang, serta kedalaman skuad menjadi modal besar menghadapi final.
Kini La Furia Roja tinggal menunggu pemenang laga semifinal antara Inggris dan Argentina untuk memperebutkan trofi Piala Dunia 2026. Sementara Prancis harus mengubur mimpi menjadi juara dan bersiap menjalani pertandingan perebutan tempat ketiga. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan