Ba’a, RakyatNTT.ID – Yayasan Astra – Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA MDR) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pemerataan pendidikan di Indonesia dengan meresmikan penggunaan bangunan baru UPTD SDN Oefoe, Desa Sedeoen, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (7/7/2026).

Mengusung tema “Membangun Ruang Belajar, Menumbuhkan Masa Depan”, peresmian tersebut menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kapasitas sekolah yang terus mengalami pertumbuhan jumlah peserta didik.

Acara peresmian dihadiri langsung oleh Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Rote Ndao Morids D.E. Bulan, Asisten I Setda Rote Ndao Petson Hangge, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Albani Siokain, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Dani Nalle, Camat Rote Barat Olens Ndun, serta Ketua Pengurus Yayasan Astra–YPA MDR Gunawan Salim.

Iklan

Ketua Pengurus Yayasan Astra–YPA MDR, Gunawan Salim, mengatakan pembangunan fasilitas baru merupakan wujud nyata komitmen Astra dalam menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas.

“Peresmian bangunan ini merupakan bentuk komitmen nyata Yayasan Astra–YPA MDR untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman. Kami ingin memastikan seluruh guru dan siswa memiliki fasilitas terbaik yang mampu mendukung proses pembelajaran secara optimal, inklusif, serta berkelanjutan,” ujarnya.

Sekolah ke-16 yang Rampung Direvitalisasi di Rote Ndao

UPTD SDN Oefoe menjadi sekolah ke-16 yang selesai direnovasi Yayasan Astra–YPA MDR di Kabupaten Rote Ndao.

Sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 7.587 meter persegi dengan luas bangunan 783 meter persegi tersebut kini memiliki sarana pendidikan yang jauh lebih representatif untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Renovasi mencakup tiga ruang kelas lama serta pembangunan tiga ruang kelas baru. Dua ruang kelas baru dirancang multifungsi sehingga dapat digunakan sebagai semi aula untuk berbagai kegiatan siswa.

Selain ruang belajar, berbagai fasilitas penunjang juga dibangun, antara lain:

  • Gedung kantor sekolah;
  • Ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS);
  • Perpustakaan modern;
  • Lopo membaca sebagai ruang literasi;
  • Lapangan olahraga multifungsi;
  • Area parkir guru;
  • Pagar sekolah;
  • Toilet yang layak;
  • Sistem penyediaan air bersih melalui sumur bor dan menara penampungan air.

Pembinaan Empat Pilar Berbuah Prestasi

Pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari program pembinaan empat pilar yang telah dijalankan Yayasan Astra–YPA MDR sejak tahun 2022.

Empat pilar tersebut meliputi penguatan karakter, akademik, kecakapan hidup, serta seni budaya yang melibatkan siswa, guru, kepala sekolah hingga orang tua.

Pada aspek karakter, sekolah berhasil membangun budaya positif 5S, yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun.

Di bidang akademik, kapasitas guru terus meningkat melalui penyusunan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Penelitian Tindakan Sekolah (PTS), hingga keikutsertaan dalam Lomba Inovasi Karya Guru (LINKAR) tingkat nasional secara konsisten sejak 2022 hingga 2025.

Puncaknya, pada Mei 2026, UPTD SDN Oefoe berhasil meraih Akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional.

Prestasi tersebut menjadi pencapaian bersejarah karena merupakan akreditasi pertama sejak sekolah berdiri. Dari sebelumnya belum memiliki status akreditasi, SDN Oefoe langsung memperoleh predikat tertinggi.

Siswa Kuasai Tenun, Hidroponik hingga Sasando

Tak hanya unggul di bidang akademik, para siswa juga dibekali berbagai keterampilan hidup yang bernilai ekonomi.

Mereka mampu memproduksi kain tenun khas daerah, mengembangkan budidaya hidroponik, hingga menguasai permainan alat musik tradisional Sasando sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal.

Prestasi di bidang seni juga terus berkembang. Tim tari UPTD SDN Oefoe bahkan berhasil menembus 15 besar Lomba Seni Tari Nasional 2024 yang diselenggarakan Yayasan Astra–YPA MDR.

Komitmen Astra Dukung Pendidikan Daerah Tertinggal

Melalui peresmian bangunan baru ini, Yayasan Astra–YPA MDR menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerataan kualitas pendidikan di daerah tertinggal dan strategis melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang layak, peningkatan kompetensi guru, penguatan karakter peserta didik, serta pelestarian budaya lokal.

Sebagai salah satu dari sembilan Yayasan Astra, Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim dibentuk oleh PT Astra International Tbk untuk menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di bidang pendidikan.

Saat ini, yayasan tersebut membina 184 sekolah negeri di 9 provinsi dan 18 kabupaten, yang terdiri atas 131 SD, 37 SMP, dan 16 SMA/SMK, dengan jangkauan lebih dari 2.000 guru dan 40.000 siswa di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Rote Ndao.

Melalui filosofi Catur Dharma Astra, Yayasan Astra–YPA MDR terus berupaya menjadi agen perubahan dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional, khususnya di daerah tertinggal, melalui pengembangan sumber daya manusia, penguatan kurikulum, manajemen sekolah, serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan sesuai Standar Nasional Pendidikan. (*/rnc)