Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Teknologi tersebut memungkinkan distribusi air dilakukan secara efisien, mengurangi pemborosan, sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah yang selama ini dikenal memiliki keterbatasan sumber air.
Terapkan Sistem Pertanian Zero Waste
Tidak hanya mengandalkan teknologi digital, Gesti juga mengembangkan konsep pertanian organik reintegrasi yang menghubungkan sektor hortikultura, perkebunan, peternakan, hingga perikanan dalam satu ekosistem produksi tanpa limbah (zero waste).
Melalui sistem tersebut, setiap hasil sampingan dari satu sektor dimanfaatkan kembali untuk mendukung sektor lainnya sehingga menciptakan pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Berkat inovasi tersebut, GS Organik kini menjadi salah satu pemasok utama komoditas hortikultura organik bagi sejumlah hotel di Kota Kupang serta dipercaya mendukung program nasional Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG).
“Teknologi IoT ini memberikan kepastian yang selama ini tidak pernah dimiliki oleh petani tradisional kita. Dulu bertani seperti berjudi dengan cuaca dan takaran pupuk. Sekarang, sejak hari pertama menanam, saya sudah bisa memperkirakan hasil panen, produksi, hingga estimasi pendapatan yang akan diperoleh,” ujar Gesti.
Bangun Bisnis Sekaligus Berdayakan Petani
Keberhasilan GS Organik tidak hanya terlihat dari sisi teknologi, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dihasilkan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan