Kupang, RakyatNTT.ID – Sebanyak 2.100 siswa di Kota Kupang menerima Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) yang diperjuangkan Anggota Komisi X DPR RI, Stevano Rizki Adranacus.

Menariknya, sebagian besar penerima merupakan siswa yang baru pertama kali memperoleh bantuan pendidikan tersebut, meskipun Program Indonesia Pintar telah berjalan sekitar 15 tahun.

Penyerahan sertifikat PIP dilakukan dalam seremoni di Rumah Aspirasi Stevano Rizki Adranacus, Rabu (22/7/2026), sebagai bagian dari tahapan menuju proses pencairan dana beasiswa.

Kota Kupang jadi Daerah Penerima PIP Terbanyak

Stevano mengungkapkan, pada penyaluran PIP pertengahan tahun 2026, Kota Kupang menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak dibandingkan 11 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur yang masuk dalam wilayah penyaluran melalui jalur aspirasi.

Sebanyak 2.100 siswa telah berhasil didata dan kini memasuki tahapan pencairan dana bantuan pendidikan.

Menurutnya, sejak dipercaya menjadi anggota Komisi X DPR RI yang membidangi sektor pendidikan, salah satu prioritas perjuangannya adalah memperluas akses beasiswa bagi peserta didik agar semakin banyak anak memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan.

“Saya rasa di Kota Kupang inilah yang paling banyak kita salurkan. Saya rindu pendidikan anak-anak kita di Kota Kupang bisa berjalan dengan baik dan membantu membentuk generasi yang berkualitas,” ujar Stevano.

Banyak Siswa Belum Pernah Menerima PIP

Stevano menjelaskan, dalam proses penyaluran PIP melalui jalur aspirasi, pihaknya menemukan masih banyak siswa yang sebenarnya memenuhi syarat, namun belum pernah menikmati bantuan tersebut.

Permasalahan utama, kata dia, bukan terletak pada kelayakan penerima, melainkan rumitnya proses administrasi yang harus dilalui, mulai dari pendataan, pembukaan rekening bank, aktivasi rekening, hingga proses pencairan dana yang mengharuskan orang tua mengurus seluruh tahapan secara mandiri.

Kondisi tersebut menyebabkan sebagian masyarakat kesulitan mengakses bantuan pendidikan yang menjadi hak anak-anak mereka.

Hadirkan “PIP Melayani” dengan Sistem Jemput Bola

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Stevano bersama tim aspirasi mengembangkan skema pelayanan “PIP Melayani” dengan pendekatan jemput bola.

Melalui sistem ini, tim turun langsung ke lapangan bersama jajaran PDI Perjuangan mulai dari tingkat DPC, PAC hingga ranting untuk mendata calon penerima sekaligus mendampingi seluruh proses administrasi hingga pencairan bantuan.

Pendekatan tersebut dinilai mampu memperluas jangkauan penerima manfaat sekaligus memudahkan masyarakat dalam mengakses Program Indonesia Pintar.

Hasilnya, ribuan siswa yang sebelumnya belum pernah terdata sebagai penerima PIP maupun yang sempat tertunda pencairannya kini berhasil kembali memperoleh akses terhadap bantuan pendidikan tersebut.

“Itulah yang kami lakukan. Semua kader turun langsung menemui para orang tua di rumah-rumah. Proses pendataan dan aktivasi kami dampingi hingga akhirnya hari ini mereka menerima sertifikat sebagai tahapan menuju pencairan dana beasiswa,” jelasnya.

Beasiswa Diharapkan Digunakan untuk Kebutuhan Pendidikan

Stevano berharap dana Beasiswa Program Indonesia Pintar dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk menunjang kebutuhan pendidikan para siswa, seperti membeli seragam, buku, alat tulis, maupun perlengkapan belajar lainnya.

Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, ia menegaskan bahwa investasi terbaik adalah memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan yang layak.

“Walaupun kita tahu kondisi ekonomi saat ini serba mahal, tetapi prioritas kita adalah anak-anak. Kita membutuhkan generasi yang terdidik dan berkualitas. Saya berharap dana PIP ini benar-benar digunakan sesuai peruntukannya untuk mendukung pendidikan mereka,” pungkasnya. (rnc04)