Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Langkah tersebut dinilai mampu memperpendek rantai distribusi sekaligus meningkatkan efisiensi pemasaran komoditas kenari.
Kolaborasi dengan BRIN Perkuat Identitas Kenari Alor
Pengembangan komoditas kenari Alor juga diperkuat melalui kolaborasi antara WVI, Pemerintah Kabupaten Alor, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Menurut Vinsensius, kerja sama tersebut dimulai sejak tahun 2023 karena sebelumnya belum tersedia data penelitian yang memadai mengenai potensi kenari Alor.
Proses riset melibatkan berbagai pihak, mulai dari BRIN, Bappeda, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa untuk mengumpulkan data sebagai dasar pengembangan produk.
“Kami memulai dari nol karena belum ada data penelitian terkait kenari Alor. Proses ini dilakukan bersama BRIN dan pemerintah daerah. Banyak pihak terlibat, mulai dari Bappeda hingga pemerintah desa untuk membantu penyediaan data yang dibutuhkan,” katanya.
Hasil penelitian tersebut kini mulai memberikan manfaat dalam memperkuat identitas, kualitas, dan daya saing kenari Alor di pasar yang lebih luas.
Harapan Besar bagi Kesejahteraan Petani
Selain mendampingi proses produksi, WVI juga berperan sebagai penghubung antara petani dan pasar. Ketika terdapat masukan dari pembeli mengenai kualitas produk, WVI membantu menjembatani komunikasi agar petani dapat terus melakukan perbaikan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan