“Dengan penuh kerendahan hati, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya dr. Icha. Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” ucapnya.

Ketua DPRD TTU Dukung Proses Hukum

Secara terpisah, Ketua DPRD Kabupaten TTU, Kristo Efi, juga menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa yang menimpa dr. Icha. Ia menegaskan DPRD menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan mendukung langkah keluarga untuk mencari keadilan.

“Kami DPRD, karena sudah ada laporan dari keluarga, kami akan memproses itu dengan terbuka, transparan, dan akuntabel agar keluarga menerima keadilan seadil-adilnya. Kepada keluarga, langkah-langkah proses hukum yang akan dilakukan akan kami dukung,” ujarnya.

Kasus yang berkaitan dengan dugaan intimidasi terhadap dr. Icha kini masih menjadi perhatian publik. Aparat penegak hukum diharapkan dapat mengusut seluruh rangkaian peristiwa secara objektif dan transparan sehingga memberikan kepastian hukum bagi semua pihak. (*/rnc)