Ia mengungkapkan, berdasarkan data per April 2026, angka stunting di Kabupaten Sumba Barat Daya mencapai 39,7 persen atau sebanyak 5.278 anak. Angka tersebut masih berada jauh di atas prevalensi nasional yang tercatat sebesar 19,8 persen.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena menunjukkan masih banyak anak yang membutuhkan pendampingan dan intervensi agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Christofel menjelaskan, pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) bertujuan mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting melalui peningkatan pemenuhan nutrisi bagi keluarga berisiko stunting, terutama selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK).

Melalui forum koordinasi ini, pemerintah juga mengajak berbagai pihak untuk ikut terlibat, mulai dari BUMN, BUMD, sektor perbankan, dunia usaha, hingga lembaga sosial.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam mempercepat penurunan angka stunting di daerah.

“Harapannya, melalui keterlibatan semua pihak, kita dapat menciptakan generasi yang sehat, cerdas, bebas stunting, dan memiliki kualitas sumber daya manusia yang lebih baik,” ujarnya.

Di akhir sambutan, Christofel mengajak seluruh peserta untuk mengambil peran sebagai orang tua asuh bagi keluarga yang berisiko stunting serta memperkuat koordinasi, komitmen bersama, dan tindakan nyata dalam mendukung keluarga yang membutuhkan pendampingan.