Pdt. Andreas mengatakan Bupati dan Wakil Bupati TTU memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan jambore dan siap berkolaborasi dalam berbagai aspek persiapan.

Pemerintah Kabupaten TTU memberikan atensi yang sangat baik dan siap berkolaborasi untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan ini sehingga dapat berlangsung dengan sukses,” ungkapnya.

Harapan Baru bagi Generasi Pelayan Gereja

Bagi Klasis TTU, Jambore PART GMIT memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar kegiatan enam hari.

Melalui berbagai materi pembinaan, persekutuan, dan aktivitas kebersamaan, para peserta diharapkan memperoleh bekal iman, karakter, serta jiwa kepemimpinan untuk menjadi pelayan gereja di masa depan.

“Harapan kami, jambore ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial selama beberapa hari, tetapi menjadi momentum mempersiapkan generasi penerus yang akan melayani dan bertanggung jawab dalam pelayanan GMIT lima hingga sepuluh tahun ke depan,” kata Pdt. Andreas.

Dengan semangat kebersamaan seluruh warga gereja, panitia, dan dukungan pemerintah daerah, Jambore PART GMIT 2026 di TTU diharapkan menjadi tonggak penting dalam mencetak generasi muda yang beriman, berkarakter, serta siap mengabdi bagi gereja dan masyarakat. (*/rnc)