Hingga Jumat (26/6/2026), sebanyak 50 dari 57 klasis di lingkungan Sinode GMIT telah mengonfirmasi keikutsertaannya.

Beberapa klasis mengirimkan lebih dari satu regu sehingga total peserta mencapai 56 regu.

Klasis Alor Tengah Utara mengirimkan dua regu, Klasis Kota Kupang dua regu, sedangkan Klasis TTU sebagai tuan rumah mengirimkan lima regu.

Peserta dijadwalkan mulai melakukan check-in pada 28 Juni 2026, sementara pembukaan resmi akan berlangsung sehari kemudian dan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan pembinaan, perlombaan, persekutuan, hingga penutupan pada 4 Juli 2026.

Jadi Wadah Pembinaan Generasi Muda GMIT

Setiap regu terdiri atas 16 orang, yakni 12 peserta dari kategori anak, remaja, dan taruna, dua pembina, satu pendeta pendamping, serta Ketua Majelis Klasis.

Peserta berasal dari berbagai wilayah pelayanan GMIT di Nusa Tenggara Timur, kecuali klasis di wilayah Sumba dan Sumbawa.

Pdt. Andreas memperkirakan sekitar 800 peserta akan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Sementara pada acara pembukaan diperkirakan dihadiri sekitar 1.500 orang, termasuk tamu undangan, panitia, dan jemaat dari gereja-gereja tuan rumah.

Menurutnya, jambore ini bukan sekadar ajang pertemuan, tetapi menjadi ruang pembinaan karakter, kepemimpinan, dan spiritualitas generasi muda GMIT.

Pemkab TTU Dukung Penuh Kesuksesan Jambore

Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan kegiatan, Majelis Klasis TTU telah beberapa kali melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara.