Kupang, RakyatNTT.ID — Tim sepak bola kebanggaan masyarakat Rai Malaka, PS Malaka Usia 12 Tahun (U-12), sukses mengukuhkan diri sebagai yang terbaik di Nusa Tenggara Timur.

PS Malaka resmi keluar sebagai Juara Festival Grassroot Piala Presiden 2026 setelah menumbangkan tim kuat SSB Putra Mandiri Flores Timur (Flotim) dengan skor tipis 2-1.

Partai final yang berlangsung dramatis dan penuh tensi tinggi ini digelar di Stadion Oepoi, Kota Kupang, pada Senin (22/6/2026) petang.

Iklan

Berdasarkan pantauan di lokasi, duel klasik antara dua tim kuat ini menyuguhkan tontonan sepak bola yang memanjakan mata selama 2 x 15 menit waktu normal. Kedua tim memperlihatkan jual-beli serangan yang sengit demi memperebutkan trofi bergengsi berskala nasional tersebut.

Brace Aljo Klau Bawa Keunggulan Babak Pertama

PS Malaka langsung mengambil inisiatif menyerang sejak peluit babak pertama dibunyikan. Strategi agresif ini terbukti ampuh membongkar pertahanan anak-anak Flores Timur.

Gol pertama pada menit ke-7. Bomber andalan PS Malaka, Aljo Klau, berhasil memecah kebuntuan. Memanfaatkan umpan matang dari sepak pojok, Aljo melepaskan sundulan terarah yang sempat membentur mistar gawang sebelum memantul masuk ke dalam garis gawang Putra Mandiri Flotim. Skor berubah 1-0.

Sebelum turun minum, Aljo Klau kembali menjadi momok menakutkan bagi lini belakang lawan. Memanfaatkan longgarnya koordinasi pertahanan Putra Mandiri Flotim, ia sukses mencetak gol keduanya (brace) sekaligus membawa PS Malaka memimpin nyaman dengan skor 2-0 hingga jeda antar-babak.

Flotim Bangkit, Pertahanan PS Malaka Diuji

Memasuki paruh kedua, SSB Putra Mandiri Flotim yang enggan menyerah begitu saja mulai menaikkan intensitas serangan mereka. Perubahan taktik ini sukses merepotkan barisan pertahanan PS Malaka.

Pada menit ke-27, upaya keras anak-anak Flotim akhirnya membuahkan hasil. Memanfaatkan kemelut yang terjadi di kotak penalti, pemain belakang Putra Mandiri Flotim, Ahmad Rate Bunga, berhasil menyambar bola liar dan merobek jala gawang PS Malaka.

Papan skor berubah menjadi 1-2, membuat atmosfer pertandingan di sisa menit terakhir kian menegangkan.

Dalam sisa waktu dua menit krusial, tensi pertandingan semakin memuncak. Namun, kokohnya mental bertanding anak-anak Malaka menjadi pembeda.

Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor tetap bertahan 2-1 untuk kemenangan skuad perwakilan dari perbatasan Timor Barat tersebut. Kemenangan ini sekaligus memastikan PS Malaka Juara Piala Presiden 2026 di kategori usia dini.

Kunci sukses di balik ketangguhan stamina dan mental juara punggawa muda Rai Malaka ini tidak lepas dari keberhasilan mereka mengimplementasikan filosofi daerah, yaitu semangat Ha lai to’o mate yang berarti “lari sampai mati”.

Semangat pantang menyerah dan daya juang tinggi di lapangan hijau itulah yang akhirnya membawa trofi bergengsi ini pulang ke Kabupaten Malaka. (rnc04)