Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Keunggulan OpenAlex sebagai basis data terbuka memberikan peluang yang lebih setara bagi para peneliti dari negara berkembang untuk mendapatkan rekognisi global secara objektif dan terukur,” demikian keterangan dalam laporan metodologi SciRank Global.
Meski masih tergolong sistem pemeringkatan baru dan mendapat sejumlah catatan dari kalangan akademisi terkait belum diakomodasinya indikator lanjutan seperti h-index maupun koreksi sitasi mandiri, capaian tersebut tetap memiliki nilai prestise yang tinggi.
Dari sekitar 10 juta ilmuwan aktif yang dianalisis, hanya sekitar 500 ribu peneliti yang berhasil masuk dalam kelompok Top 5% Scientists Worldwide 2026. Salah satunya adalah Prof. Yantus Neolaka dari Universitas Nusa Cendana.
Buah Konsistensi Riset Bertahun-tahun
Masuknya nama Prof. Yantus dalam daftar ilmuwan terbaik dunia bukanlah capaian yang diraih secara instan. Prestasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian rekognisi internasional yang berhasil diraih secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Konsistensi dalam menghasilkan penelitian berkualitas dan relevan di bidang kimia telah membawa nama Prof. Yantus semakin dikenal di tingkat global. Rentetan penghargaan yang diterimanya menjadi bukti dedikasi tinggi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan memperkuat kontribusi akademik Indonesia di dunia internasional.
Mematahkan Stigma Geografis
Keberhasilan Prof. Yantus Neolaka juga membawa pesan penting bagi perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya kawasan timur. Prestasi ini membuktikan bahwa penelitian berkelas dunia tidak hanya lahir dari universitas besar di Pulau Jawa atau negara maju.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan