“Forum ini menjadi ruang strategis untuk membangun kesepahaman bersama, memperkuat komitmen antarinstansi dan merancang langkah-langkah kolaboratif yang realistis serta berdampak nyata bagi peserta didik dan komunitas sekolah,” ujar Aurum.

Ia juga mengajak kepala sekolah dan tenaga pendidik untuk terbuka terhadap perubahan.

Menurutnya, Program WASH in Schools tidak hanya berfokus pada rehabilitasi fasilitas fisik, tetapi juga menjadi panduan komprehensif untuk menjamin keberlanjutan layanan air, sanitasi dan kebersihan di sekolah dalam jangka panjang.

Program WASH in Schools sendiri merupakan inisiatif kolaboratif antara Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Pokja PKP, UNICEF Indonesia, Bank Kakao dan YKMI. Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pemerintah daerah, sekolah dan masyarakat dalam menyediakan layanan air bersih, sanitasi dan kebersihan yang inklusif, berkelanjutan serta adaptif terhadap perubahan iklim.

Selain mendukung peningkatan kualitas pendidikan, program ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada sektor air bersih, sanitasi, pendidikan berkualitas dan aksi iklim.

Dengan komitmen bersama yang dibangun melalui lokakarya ini, Pemerintah Kabupaten Kupang berharap tercipta sekolah-sekolah yang sehat, bersih, ramah lingkungan dan mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Nusa Tenggara Timur. (*/rnc)