Pilar kedua adalah membangun sekolah yang tangguh terhadap perubahan iklim dengan infrastruktur yang mampu berfungsi optimal dalam berbagai kondisi cuaca.

Sedangkan pilar ketiga adalah mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis melalui pembentukan kebiasaan hidup bersih dan sehat, termasuk budaya mencuci tangan dengan sabun.

Yudhistira berharap 20 sekolah yang terpilih dapat menjadi contoh praktik baik yang nantinya direplikasi oleh sekolah-sekolah lain di Kabupaten Kupang maupun di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.

“Kita tidak boleh membiarkan ada satu pun anak yang haknya tertinggal. Harapan kita, hasil yang dicapai dapat diimplementasikan secara konkret, terstruktur dan berkelanjutan untuk masa depan anak-anak di Kabupaten Kupang,” katanya.

Pemkab Kupang Siapkan Dukungan Kebijakan dan Anggaran

Sementara itu, Wakil Bupati Kupang, Aurum O. Titu Eki, S.Ars., M.Ars., menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan Program WASH in Schools sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perencanaan pembangunan daerah.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kupang akan memastikan kebijakan, regulasi dan dukungan anggaran berpihak pada peningkatan layanan air, sanitasi dan kebersihan yang inklusif serta tangguh terhadap perubahan iklim di seluruh sekolah.