Pernyataan tersebut disampaikan di tengah tekanan besar yang melanda pasar saham Indonesia. Sepanjang pekan perdagangan 2 hingga 5 Juni 2026, IHSG tercatat menjadi indeks saham dengan kinerja terburuk di kawasan ASEAN.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan IHSG merosot 8,69 persen dalam sepekan dan ditutup di level 5.594,77. Penurunan tersebut menjadi yang paling dalam dibandingkan bursa utama negara-negara ASEAN lainnya.

Sebaliknya, mayoritas pasar saham di kawasan masih mencatatkan penguatan. Indeks saham Filipina (PSEi) naik 2,94 persen, Thailand menguat 0,91 persen, Malaysia bertambah 0,62 persen, dan Singapura naik 0,24 persen. Sementara itu, Vietnam juga mengalami koreksi, namun hanya sebesar 1,71 persen.

Tidak hanya di tingkat ASEAN, performa IHSG juga termasuk yang terlemah di kawasan Asia Pasifik. Penurunan mingguan IHSG melampaui pelemahan sejumlah indeks utama lainnya, seperti Korea Selatan (KOSPI) yang turun 3,72 persen, Australia 1,22 persen, Hong Kong 0,88 persen, India 0,73 persen, dan China 1 persen.

Seiring dengan anjloknya indeks saham, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia turut mengalami penyusutan signifikan. Nilai kapitalisasi pasar tercatat turun dari Rp10.729 triliun pada pekan sebelumnya menjadi Rp9.807 triliun. Dengan demikian, nilai pasar saham Indonesia berkurang sekitar Rp922 triliun hanya dalam sepekan.