Menurut William, materi mengenai keamanan siber memberikan wawasan baru yang sangat relevan dengan perkembangan teknologi saat ini.

“Kami belajar mengenali perbedaan antara konten atau iklan palsu yang dibuat menggunakan AI dengan informasi yang benar. Selain itu, kami juga diajarkan cara meningkatkan keamanan perangkat digital yang kami gunakan setiap hari,” ungkapnya.

Ia menilai edukasi tersebut sangat bermanfaat karena ancaman penipuan digital kini semakin canggih seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan.

Iklan

Cetak Talenta Digital Siap Kerja dari Indonesia Timur

Keberhasilan pelaksanaan Google AI for Education di Undana tidak terlepas dari dukungan penuh Program Studi Administrasi Bisnis yang menyediakan fasilitas Laboratorium Komputer beserta jaringan internet selama kegiatan berlangsung.

Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan sebagai pengguna teknologi, tetapi juga didorong menjadi kreator digital yang mampu menghasilkan aplikasi, website, materi promosi, hingga berbagai karya kreatif berbasis AI tanpa harus menguasai bahasa pemrograman.

Selain meningkatkan kemampuan digital, pembekalan mengenai keamanan siber menjadi bekal penting bagi generasi muda Nusa Tenggara Timur untuk menghadapi berbagai ancaman kejahatan digital yang terus berkembang.