Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Waibakul, RakyatNTT.ID — Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Pintu Air meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Waibakul di Jalan Trans Waibakul–Waingapu, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (18/6/2026).
Peresmian tersebut menandai bertambahnya jaringan pelayanan KSP Kopdit Pintu Air yang kini memasuki kantor ke-66.
Dalam sambutannya, Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, mengajak seluruh anggota melihat perjalanan koperasi bukan semata dari sisi pertumbuhan aset, melainkan dari semangat pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.
Ia mengisahkan bahwa koperasi yang dipimpinnya berawal dari sebuah kampung kecil bernama Rotat, sekitar 15 kilometer dari Kota Maumere, yang menurutnya memiliki berbagai keterbatasan, termasuk persoalan akses air bersih.
“Koperasi ini lahir dari kampung kecil. Kami memulai dari kelompok kecil, dari 50 orang arisan keluarga, lalu berkembang menjadi usaha bersama simpan pinjam dan akhirnya menjadi Credit Union,” kata Yakobus.
Menurut dia, sejak awal filosofi yang dibangun bukan mengumpulkan uang, tetapi mengumpulkan manusia untuk saling menolong melalui gerakan koperasi.
“Credit Union itu kumpulan manusia, bukan uang. Kita datang ke mana-mana mencari manusia, bukan mencari uang,” ujarnya.
Yakobus juga membagikan kisah perjalanan hidupnya yang menurut dia penuh keterbatasan sebelum akhirnya dipercaya memimpin lembaga keuangan.
Ia mengaku pernah bekerja sebagai penjaga toko sebelum kemudian berkarier di sektor perbankan dan akhirnya terlibat membangun gerakan koperasi yang berkembang hingga berbagai wilayah Indonesia.
Dalam paparannya, Yakobus menyebut KSP Kopdit Pintu Air saat ini telah memiliki sekitar 507.000 anggota dengan total aset mencapai Rp2,7 triliun.
Meski demikian, ia menegaskan besarnya aset tersebut harus dipahami sebagai kekuatan bersama anggota, bukan ukuran kemewahan lembaga.
“Ini gerakan dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Kuncinya tetap menabung karena dari tabungan orang bisa membangun usaha dan meningkatkan kesejahteraan,” katanya.
Yakobus menambahkan, secara nasional KSP Kopdit Pintu Air menargetkan pembentukan 129 kantor cabang hingga Desember 2029 dan saat ini masih terus memperluas jangkauan pelayanan di berbagai daerah di Indonesia.
Sementara itu, Wakil Bupati Sumba Tengah, Marthinus Umbu Djoka, menyampaikan apresiasi atas kehadiran KSP Kopdit Pintu Air di wilayahnya.
Menurut dia, keberadaan koperasi menjadi salah satu instrumen penting untuk membuka akses permodalan bagi masyarakat, terutama kelompok ekonomi kecil dan pelaku usaha produktif.
“Umpamanya jadi anggota KSP Kopdit Pintu Air itu siap. Kalau ada anggota, sasaran pertama adalah masyarakat miskin yang belum memiliki modal supaya bisa menjadi anggota dan memperoleh akses pinjaman,” kata Marthinus.
Ia menambahkan, dukungan terhadap masyarakat akan lebih maksimal apabila dibarengi dengan pemanfaatan fasilitas koperasi secara produktif.
“Nanti kalau sudah menjadi anggota dan mendapat dukungan, berarti kesempatan untuk memperoleh pinjaman semakin terbuka sehingga modal usaha bisa bertambah besar. Kalau kegiatan itu jalan, seperti usaha ternak kambing, perikanan, bebek maupun komoditas hortikultura, tentu ekonomi masyarakat ikut bergerak,” ujarnya.
Marthinus berharap kehadiran kantor KCP Waibakul dapat menjadi ruang bersama untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat serta memperkuat upaya pengurangan kemiskinan di Kabupaten Sumba Tengah. (rnc29)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan