Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Cibubur, RakyatNTT.ID — Kolonel Gerardus Maliti, resmi dilantik sebagai Ketua Ikatan Keluarga Asal Sumba Barat Daya (Ikalsabda) Jabodetabek periode 2026-2031.
Dalam kepemimpinannya, ia mengajak masyarakat diaspora Sumba Barat Daya (SBD) untuk berkontribusi lebih nyata bagi pembangunan daerah asal.
Pelantikan berlangsung di Gedung GBI Patoembak, Cibubur, Sabtu (6/6/2026), dan dipimpin Ketua Umum Insan Keluarga Besar Sumba (IKBS), Hermanus Malo Dona.
Dalam sambutannya, Gerardus menegaskan bahwa kepemimpinan tidak boleh dimaknai sebagai kehormatan semata, melainkan sebagai tanggung jawab untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Saya menerima amanah ini karena panggilan jiwa,” kata Gerardus.
Menurut dia, seorang pemimpin harus memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan sosial, mulai dari kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, hingga ketertinggalan pembangunan di daerah. Namun, kepekaan tersebut harus diwujudkan dalam tindakan yang nyata.
“Kegelisahan harus berubah menjadi gerakan,” ujarnya.
Karena itu, ia menilai organisasi diaspora tidak cukup hanya menjadi ruang berkumpul bagi warga perantauan.
Ikalsabda, kata dia, harus menjadi wadah yang mampu melahirkan gagasan, memperkuat jejaring, serta mendorong lahirnya sumber daya manusia yang berkontribusi bagi kemajuan SBD.
Gerardus juga menekankan pentingnya kolaborasi antardaerah di Pulau Sumba. Menurut dia, tantangan pembangunan tidak dapat diselesaikan secara parsial oleh masing-masing kabupaten.
“Kita boleh berasal dari SBD, tetapi kita adalah orang Sumba,” katanya.
Ia berharap semakin banyak generasi muda Sumba yang mampu berkiprah sebagai akademisi, birokrat, profesional, pengusaha, maupun pemimpin publik yang dapat membawa dampak positif bagi daerah.
Dalam kesempatan itu, Gerardus turut mengajak masyarakat memaknai kembali gelar-gelar adat seperti Umbu dan Rato sebagai simbol pengabdian, bukan sekadar status keturunan.
Menurut dia, penghormatan terhadap seseorang seharusnya lahir dari kesediaannya melayani dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Darah adalah tanggung jawab. Darah adalah panggilan untuk melayani,” ujar Gerardus.
Melalui kepengurusan baru Ikalsabda Jabodetabek, ia berharap diaspora SBD dapat menjadi mitra pembangunan yang mampu menjembatani gagasan, sumber daya, dan kolaborasi untuk mendukung kemajuan daerah asal. (rnc29)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan