Kupang, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kota Kupang resmi membuka Kejuaraan Shorinji Kempo Antar Dojo se-Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam perebutan piala bergilir Wali Kota Kupang.

Agenda akbar ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, S.H., mewakili Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang di GOR Flobamora Oepoi Kupang pada Jumat (19/6/2026).

Turnamen bergengsi ini dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Perkemi Provinsi NTT George M. Hadjoh, S.H., jajaran pengurus Perkemi, para Asisten Sekda, jajaran Kepala Perangkat Daerah, para Camat se-Kota Kupang, serta ratusan pelatih, atlet, dan orang tua kenshi.

Iklan

Membentuk Karakter Persaudaraan dan Jiwa Kepemimpinan

Dalam sambutannya, Sekda Kota Kupang Jeffry E. Pelt, S.H., yang juga merupakan Ketua Umum Pengurus Perkemi Kota Kupang terpilih, menyampaikan bahwa Shorinji Kempo bukan sekadar cabor pencetak medali.

Lebih dari itu, olahraga bela diri ini terbukti membentuk pribadi yang berkarakter, disiplin, dan berjiwa kepemimpinan.

Sebagai bagian dari keluarga besar Kempo sejak tahun 1982, Jeffry merasakan betul bagaimana proses pembinaan ini menanamkan persaudaraan yang kuat.

Ia berharap ajang Piala Wali Kota Kupang Shorinji Kempo 2026 ini menjadi wadah pematangan bagi para atlet muda agar siap bersaing di level yang lebih tinggi.

“Kami ucapkan selamat bertanding kepada seluruh peserta. Mari junjung tinggi sportivitas, disiplin, dan rasa hormat kepada sesama peserta demi menjaga nilai persaudaraan yang menjadi ciri khas Shorinji Kempo,” ujar Jeffry menyemangati.

Momentum Kebangkitan Kejayaan Kempo NTT

Di tempat yang sama, Ketua Umum Pengurus Perkemi Provinsi NTT, George M. Hadjoh, S.H., menegaskan bahwa kejuaraan ini menjadi momentum krusial untuk membangkitkan kembali masa kejayaan Kempo NTT di panggung nasional.

NTT dikenal memiliki tradisi pembinaan yang kuat, bahkan kerap menjadi lumbung penyumbang medali terbanyak di berbagai ajang nasional.

George mengingatkan para kenshi untuk memegang teguh tiga kunci keberhasilan: doa, disiplin, dan kerja keras. Apalagi, NTT akan mengemban misi besar dalam waktu dekat.

“Pembinaan berkelanjutan ini sangat penting, terutama dalam menghadapi agenda olahraga besar, termasuk PON 2028 saat NTT menjadi tuan rumah bersama,” tegas George.

Diikuti 500 Peserta, Targetkan POPDA 2026 dan PON XXII

Ketua Panitia Kejuaraan, Ignasius R. Lega, S.H., dalam laporannya memaparkan bahwa turnamen tahun ini mengusung tema “Melalui Kejuaraan Pelajar dan Mahasiswa Kita Lahirkan Kenshi Berprestasi Menuju POPDA 2026.”

Ajang ini sengaja dirancang untuk menjaring atlet-atlet pelapis berbakat yang diproyeksikan langsung menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2026 dan PON XXII Tahun 2028 mendatang.

Penyelenggaraan kejuaraan ini berlangsung di GOR Flobamora Oepoi Kupang, mulai 19 hingga 21 Juni 2026 dan diikuti 468 atlet yang terdiri dari 23 dojo dari 6 kabupaten/kota yakni, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara, Ngada, Sabu Raijua, dan Timor Tengah Selatan.

Nomor yang dipertandingkan sebanyak 73 nomor, yakni 26 kelas randori dan 47 nomor embu. Total medali yang diperebutkan, yakni 73 medali emas, 73 medali perak, dan 99 medali perunggu.

Melalui kompetisi yang ketat namun penuh rasa persaudaraan ini, Perkemi NTT optimis dapat menjaring bibit unggul baru yang siap mengharumkan nama daerah di kancah domestik maupun internasional. (*/rnc)