Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Selain persoalan stok, para pengusaha juga mengeluhkan dampak ekonomi yang mereka rasakan selama pembatasan diberlakukan.
Menurut mereka, kondisi tersebut menyebabkan usaha mengalami tekanan hingga menyulitkan pembayaran kewajiban pinjaman ke perbankan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Ratu Wulla, menyampaikan bahwa pemerintah daerah memahami kebutuhan para pelaku usaha sekaligus tetap mengedepankan perlindungan terhadap sektor peternakan daerah.
Ratu Wulla menegaskan bahwa pemerintah pada prinsipnya mendukung aktivitas ekonomi masyarakat yang memberi kontribusi bagi pembangunan daerah.
“Kita mendukung para pengusaha yang ikut menggerakkan ekonomi daerah, tetapi seluruh proses harus tetap mengutamakan keamanan kesehatan ternak,” kata Ratu Wulla.
Sebagai tindak lanjut, Bupati Ratu Wulla menyampaikan rencana untuk mengeluarkan surat izin mendatangkan ternak babi dari luar Pulau Sumba pada pekan depan.
Namun, ia menekankan terdapat syarat mutlak yang harus dipenuhi seluruh pengusaha.
Distribusi ternak wajib dilakukan secara tertib, teratur, dan melalui proses verifikasi kesehatan yang sangat ketat guna mencegah masuknya virus ASF ke wilayah SBD.
Pemkab SBD juga menetapkan masa percobaan selama satu bulan sebagai langkah antisipasi.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan