“Bisa jadi, karena di daerah sana ternyata hanya ada sekian, kita akan gabungkan SPPG ini dengan SPPG ini dan seterusnya. Itu proses yang pasti akan mengikuti proses refocusing,” ujarnya.

Penilaian Tidak Hanya Berdasarkan Jumlah Produksi

Selain mengubah besaran insentif, BGN juga akan mengevaluasi mekanisme penilaiannya. Selama ini, pemberian insentif lebih berfokus pada jumlah makanan yang diproduksi.

Ke depan, BGN akan menerapkan sistem penilaian yang lebih komprehensif dengan sejumlah indikator atau composite assessment. Beberapa aspek yang akan diperhatikan meliputi kualitas makanan, standar keamanan pangan, hingga ketahanan pangan.

Iklan

“Jadi kita akan bikin beberapa composite untuk penilaian supaya enggak sekedar, ‘Oh, pokoknya aku mau masak segini ya segitu,’ dapatnya gitu,” tutur Agustina.

Melalui perubahan tersebut, BGN berharap program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih tepat sasaran, berkualitas, serta mampu memberikan manfaat yang lebih optimal bagi masyarakat. (*/rnc)