Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ano membeli Pertalite secara berulang di SPBU dengan memanfaatkan barcode kendaraan. BBM tersebut rencananya diselundupkan ke wilayah Boru, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur melalui jasa sopir angkutan antarkota.
Pada hari yang sama, polisi melakukan pengembangan dan menciduk YT alias Jon. Mantan rekan kerja AF ini diamankan bersama 426 liter Pertalite siap kirim dengan tujuan yang sama, yaitu Flores Timur.
2. Praktik Dua Tahun di Waigete
Di wilayah Waigete, polisi meringkus BN alias Jefri dengan barang bukti 245 liter Pertalite dalam tujuh jerigen besar. Jefri mengaku telah menjalankan aksi beli-salin BBM ini selama dua tahun untuk dijual kembali di kios miliknya di Watubala dan Nangatobong demi meraup keuntungan pribadi.
3. Modifikasi Tangki Hilux dan Avanza
Modus canggih juga ditemukan di wilayah Wolomarang dan Kota Uneng.
Di Wolomarang, seorang pelaku bernama Heri memodifikasi tangki mobil Toyota Hilux miliknya dengan saluran pipa tambahan agar BBM mudah disedot ke botol plastik. Polisi mengamankan 60 liter Pertalite dari lokasi.
Di Kota Uneng, pelaku berinisial MSH menggunakan mobil Toyota Avanza dengan tangki yang juga dimodifikasi. Petugas menyita 72 liter Pertalite dan puluhan botol kosong yang siap dipasarkan ke warung eceran dengan harga tinggi.
4. Penyelewengan 400 Liter Solar Subsidi Kapal
Selain Pertalite, Polres Sikka juga menyita 400 liter Solar bersubsidi. Solar yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat miskin ini diselewengkan untuk operasional kapal angkutan barang dan penumpang komersial dengan memanfaatkan rekomendasi tertentu.
Kapolres Sikka: Kami Tindak Tegas, Masyarakat Jangan Tertipu Makelar Kasus
Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno, menegaskan bahwa penindakan atas penyalahgunaan BBM di Sikka ini merupakan bukti keseriusan kepolisian dalam melindungi hak masyarakat. Saat ini, seluruh temuan telah ditindaklanjuti melalui enam laporan polisi (LP).





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan