Karena itu, ia mengingatkan seluruh peserta agar tidak berhenti belajar meskipun telah mengantongi lisensi resmi.

“Pelatih hebat adalah pelatih yang terus belajar, terus memperbaiki diri, dan terus membuka ruang untuk bertumbuh,” katanya.

Ia menegaskan bahwa lisensi bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk membina atlet-atlet muda di daerah masing-masing.

Iklan

“Mulai besok masyarakat tidak akan menilai berapa hari Saudara mengikuti pelatihan ini. Mereka akan melihat kualitas latihan yang Saudara berikan, disiplin yang Saudara bangun, karakter yang Saudara bentuk, dan prestasi atlet yang Saudara hasilkan,” tegas Winston.

Siapkan Fondasi Menuju PON 2028

PBVSI NTT saat ini tengah menjalankan program pembinaan jangka panjang sebagai bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, di mana NTT dan NTB akan menjadi tuan rumah bersama.

Winston berharap para pelatih yang baru memperoleh lisensi dapat menjadi motor penggerak pembinaan voli di tingkat daerah melalui penguatan klub, pembinaan usia dini, dan peningkatan kualitas latihan.

“Kita sedang bergerak menuju PON 2028. Ini bukan hanya agenda PBVSI NTT, tetapi agenda seluruh insan bola voli Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.