Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Sementara itu, Manajer Pilar Pembangunan Ekonomi Sekretariat Nasional SDGs Bappenas, Setyo Budiantoro, menekankan pentingnya pembelajaran lintas daerah dalam mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
“Kolaborasi antar daerah seperti ini merupakan bagian penting dari upaya mencapai SDGs, khususnya dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Praktik baik dari Timor Tengah Selatan diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan ekosistem hortikultura di Flores Timur,” katanya.
Menjawab Tantangan Ekonomi dan Migrasi
Program ini juga menjadi strategi untuk memperkuat sumber penghidupan masyarakat Flores Timur yang selama ini menghadapi keterbatasan akses ekonomi dan tingginya angka migrasi kerja, termasuk migrasi tidak aman.
Melalui penguatan sektor pertanian produktif dan kewirausahaan berbasis pemuda, masyarakat diharapkan memiliki alternatif penghidupan yang lebih aman, layak, dan berkelanjutan.
Selain itu, peningkatan kapasitas petani juga diharapkan mampu memperkuat rantai pasok hortikultura sehingga hasil pertanian lokal memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Wabup TTS Dorong Replikasi Praktik Baik Pertanian
Wakil Bupati Timor Tengah Selatan, Jhony Army Konay, SH., MH., yang secara resmi membuka kegiatan tersebut menyambut baik kedatangan peserta dari Flores Timur.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan