Para akademisi akan melakukan verifikasi kemampuan praktis maupun teoritis peserta pada setiap pos kompetensi khusus guna memastikan kualitas calon anggota yang direkrut benar-benar sesuai kebutuhan institusi.

“Kehadiran akademisi dalam proses seleksi adalah kunci untuk menjaga profesionalisme. Hal ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen Polri,” tambah Kabiro SDM.

Kolaborasi antara Polri dan Undana juga dipandang sebagai bentuk kontribusi nyata dunia pendidikan dalam mendukung negara menghasilkan aparat penegak hukum yang profesional dan kompeten.

Dengan adanya validasi dari para dosen Undana, peserta yang lolos seleksi diharapkan memiliki kemampuan mumpuni untuk mendukung tugas-tugas kepolisian di lapangan sekaligus berkontribusi bagi keamanan dan kemajuan wilayah NTT. (*/rnc)