“Beliau mengatakan kepada kami bahwa segera akan ada tim ke lokasi untuk mengecek titik-titik vital agar bisa segera dikoordinasikan penurunan alat berat. Namun sampai saat ini belum juga ada pergerakan,” jelas Asten.

Permasku menilai belum adanya tindakan nyata dari pihak PUPR NTT menunjukkan lemahnya respons pemerintah terhadap kesulitan masyarakat Amfoang. Karena itu, mereka mendesak Gubernur NTT, Melki Laka Lena, segera mengambil langkah cepat melalui koordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Kupang.

Permasku juga meminta pemerintah segera menghadirkan alat berat di sejumlah titik vital yang sulit dilintasi kendaraan, termasuk di wilayah Jembatan Kapsali dan Termanu.

Iklan

“Segera menghadirkan alat berat di titik vital yang sulit dilintasi kendaraan agar ada solusi jangka pendek seperti di Jembatan Kapsali dan juga Termanu,” tegas Ketua Permasku.

Selain itu, Permasku memastikan akan terus mengawal seluruh tuntutan masyarakat Amfoang, terutama setelah Wapres Gibran mendengar langsung keluhan warga terkait sulitnya akses infrastruktur di wilayah tersebut. (rnc04)