Kupang, RakyatNTT.ID – Perhimpunan Mahasiswa Kabupaten Kupang (Permasku) kembali menyoroti sikap diam Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terkait minimnya akses jalan darat di wilayah Amfoang, Kabupaten Kupang.

Hingga kini, belum terlihat adanya langkah nyata dari Pemprov NTT pasca kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, ke wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Ketua Permasku, Asten Bait, menegaskan pihaknya ingin memastikan realisasi solusi jangka pendek yang sebelumnya telah dijanjikan pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTT.

Iklan

“Kami ingin memastikan terkait solusi jangka pendek yang telah dijanjikan oleh pemerintah daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Kepala Dinas PU terkait kebutuhan masyarakat soal infrastruktur,” ujar Asten Bait, Rabu (27/5/2026).

Menurut Asten, sebelumnya Permasku bersama mahasiswa Amfoang telah menggelar aksi damai di Gerbang Kantor Gubernur NTT menjelang kunjungan kerja Wapres Gibran. Dalam aksi tersebut, mahasiswa sempat berdiskusi langsung dengan perwakilan Pemprov NTT, termasuk Asisten I Setda Provinsi NTT Kanisius Mau dan Kepala Dinas PUPR NTT Benyamin Nahak.

Dalam pertemuan itu, Kepala Dinas PUPR NTT disebut telah menjanjikan langkah konkret untuk membuka akses jalan bagi masyarakat Amfoang yang selama ini masih mengalami keterisolasian.

“Beliau mengatakan kepada kami bahwa segera akan ada tim ke lokasi untuk mengecek titik-titik vital agar bisa segera dikoordinasikan penurunan alat berat. Namun sampai saat ini belum juga ada pergerakan,” jelas Asten.

Permasku menilai belum adanya tindakan nyata dari pihak PUPR NTT menunjukkan lemahnya respons pemerintah terhadap kesulitan masyarakat Amfoang. Karena itu, mereka mendesak Gubernur NTT, Melki Laka Lena, segera mengambil langkah cepat melalui koordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Kupang.

Permasku juga meminta pemerintah segera menghadirkan alat berat di sejumlah titik vital yang sulit dilintasi kendaraan, termasuk di wilayah Jembatan Kapsali dan Termanu.

“Segera menghadirkan alat berat di titik vital yang sulit dilintasi kendaraan agar ada solusi jangka pendek seperti di Jembatan Kapsali dan juga Termanu,” tegas Ketua Permasku.

Selain itu, Permasku memastikan akan terus mengawal seluruh tuntutan masyarakat Amfoang, terutama setelah Wapres Gibran mendengar langsung keluhan warga terkait sulitnya akses infrastruktur di wilayah tersebut. (rnc04)