Kupang, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kota Kupang mengalokasikan anggaran lebih dari Rp62 miliar pada Tahun 2026 untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur fisik di sejumlah wilayah kota.

Fokus utama pembangunan meliputi ruas jalan, drainase, dan lubang resapan air guna mendukung kelancaran aktivitas masyarakat serta mengurangi genangan saat musim hujan.

Kepala Dinas PUPR Kota Kupang, Maksi Dethan, melalui dua Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK), menjelaskan bahwa anggaran tersebut telah disepakati bersama DPRD Kota Kupang dan ditetapkan dalam APBD 2026.

Iklan

PPK pembangunan ruas jalan sekaligus Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kota Kupang, Jack Pu’u, mengatakan saat ini pemerintah sedang melaksanakan sejumlah proyek pembangunan, perbaikan, dan pemeliharaan jalan dengan total anggaran mencapai Rp62 miliar.

“Ada pembangunan jalan jenis lapen, HRS, hingga beton bertulang seperti yang saat ini dikerjakan di Jalan Brigjen Iman Budiman atau Jalan GOR Flobamora,” ujar Jack saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, proyek pembangunan jalan tersebut diprioritaskan pada tiga kawasan besar di Kota Kupang. Kecamatan Maulafa mendapat alokasi sekitar Rp24 miliar, Kecamatan Alak Rp14 miliar, sedangkan lebih dari Rp5 miliar dialokasikan untuk wilayah gabungan seperti Kelapa Lima, Oebobo, Kota Lama, dan Kota Raja.

Jack menjelaskan, dari total anggaran yang tersedia, sekitar Rp49 miliar digunakan untuk pembangunan jalan tipe lapen. Sementara sisanya sebesar Rp13 miliar diperuntukkan bagi pembangunan jalan beton dan HRS Base.

Selain itu, terdapat proyek rekonstruksi ulang jalan di kawasan Taman Nostalgia dengan nilai anggaran Rp2 miliar serta dana Rp1,5 miliar untuk pemeliharaan jalan berupa penambalan jalan berlubang.

Ia menambahkan, paket proyek terbesar tahun ini berada pada pembangunan Jalan GOR Flobamora dan Jalan Penkase Oeleta. Saat ini pekerjaan fisik sedang berjalan, sementara beberapa paket lainnya masih dalam proses lelang dan kontrak kerja.

“Yang sudah berkontrak sekitar enam paket besar, sementara lainnya masih dalam proses, termasuk lapen empat paket dan hotmix,” jelasnya.

Pemkot Kupang Bangun Drainase dan Lubang Resapan Air

Sementara itu, PPK pembangunan drainase dan resapan air, Daniel Gambe, mengungkapkan Pemkot Kupang juga menyiapkan pembangunan dua titik drainase dengan anggaran sekitar Rp250 juta.

Menurut Daniel, proyek drainase tersebut akan dibangun di kawasan Airmata dan Perempatan Al-Foenai yang selama ini sering mengalami penyumbatan.

“Drainase itu satu paket untuk dua lokasi di Airmata dan Perempatan Al-Foenai yang sering tersumbat,” katanya.

Selain drainase, Dinas PUPR Kota Kupang juga menyiapkan pembangunan lubang resapan air yang rencananya mulai dilelang pada akhir Mei 2026.

Pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp180 juta untuk pembangunan lubang resapan di empat titik jalan umum dengan nilai sekitar Rp40 juta per titik.

“Perencanaannya sudah selesai dan kemungkinan pekan depan sudah masuk proses pelelangan,” tambah Daniel.

Beberapa lokasi pembangunan lubang resapan air tersebut antara lain Jalan Swakarya II di depan Kantor Lurah Kuanino, Jalan Pendidikan I di belakang SMP Negeri 5 Kota Kupang, Jalan Perintis Kemerdekaan di samping Kantor Bawaslu Kota Kupang, serta kawasan cekungan di samping SD Bertingkat Kelapa Lima I.

Pembangunan lubang resapan ini diharapkan mampu mengurangi debit genangan air saat musim hujan, khususnya di wilayah yang rawan banjir dan limpasan air. (rnc04)