Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Melalui diseminasi ini kami jadi tahu kondisi hasil tangkapan selama ini. Kami juga sepakat untuk mulai mengatur cara menangkap agar ikan tetap ada ke depan,” kata Niffa.
Kesadaran nelayan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya laut dinilai menjadi modal penting dalam pengelolaan perikanan berbasis masyarakat di kawasan konservasi.
YKAN Dorong Penguatan Tata Kelola Perikanan
Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) selama lebih dari satu dekade terus mendorong praktik pengelolaan perikanan berkelanjutan dan konservasi sumber daya laut di Indonesia.
Manajer Senior Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan YKAN, Glaudy Perdanahardja, menjelaskan bahwa pihaknya mendukung keseluruhan proses mulai dari pengumpulan data hingga penguatan tata kelola berbasis masyarakat.
“YKAN memfasilitasi implementasi CODRS sebagai sistem pencatatan data yang dilakukan langsung oleh nelayan, sekaligus mendukung analisis dan diseminasi data tersebut sebagai dasar pengambilan keputusan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendekatan TURF-Reserve memberikan ruang bagi nelayan untuk mengelola wilayah tangkap secara lebih terstruktur dan bertanggung jawab.
“Melalui pendekatan TURF-Reserve, nelayan tidak hanya menjadi pengguna sumber daya, tetapi juga pengelola yang memiliki hak dan tanggung jawab. Hal ini diperkuat melalui penyusunan conservation agreement yang terintegrasi dalam rencana pengelolaan TNP Laut Sawu oleh pemerintah,” jelasnya.
Perkuat Sinergi Pemerintah dan Nelayan
Rangkaian kegiatan diseminasi CODRS dan penyusunan kesepakatan konservasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat nelayan, dan mitra pembangunan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan