“Diseminasi data CODRS menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa kebijakan pengelolaan perikanan disusun berdasarkan kondisi riil di lapangan. Keterlibatan nelayan dalam proses ini juga memperkuat rasa memiliki terhadap sumber daya laut yang mereka kelola,” ujar Imam Fauzi dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).

Ia menambahkan, melalui kesepakatan bersama, Balai Pengelolaan Kelautan Kupang merangkul nelayan untuk mengelola kawasan konservasi secara kolaboratif.

“Kami menghargai kearifan lokal dan cara-cara tradisional yang menjaga kelestarian laut. Tujuannya jelas: ekosistem laut tetap terjaga, dan ekonomi masyarakat nelayan pun ikut meningkat,” lanjutnya.

DKP NTT Dukung Pengelolaan Berbasis Data

Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut dan Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi NTT, Muhammad Saleh Goro, menilai pendekatan berbasis data seperti CODRS sangat relevan dalam mendukung perencanaan pengelolaan ruang laut.

Menurut dia, hasil analisis data tersebut dapat menjadi rujukan penting dalam penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

“Kami melihat hasil ini dapat menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran, sekaligus memperkuat integrasi pengelolaan perikanan dengan kawasan konservasi di Laut Sawu,” ujarnya.

Nelayan Mulai Sadari Pentingnya Pengelolaan Laut

Nelayan mitra CODRS asal Desa Wendew, Kabupaten Sumba Tengah, Niffa, mengaku kegiatan diseminasi memberikan pemahaman baru bagi masyarakat nelayan mengenai kondisi sumber daya perikanan di wilayah mereka.