“Masyarakat NTT itu tangguh, tapi hari ini beban perubahan iklim terlalu berat untuk kami pikul sendiri. Jika negara ingin membangun sistem penanggulangan bencana yang adil, maka NTT sebagai wilayah kepulauan harus mendapat perhatian yang sungguh-sungguh sebelum krisis ini berubah menjadi tragedi kemanusiaan yang lebih besar,” pungkasnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT Agustinus Nahak, S.Si, anggota Komisi V Agustinus Bria Seran, Sekretaris BPBD NTT Yohanis Taka Dosi, S.SIT., MSc, serta analis keuangan pusat dan daerah BPBD NTT, Ketut Sadnyana Yasa, SE. (*/rnc)