Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih bergerak dalam tekanan sepanjang perdagangan pekan 18–22 Mei 2026.
Volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi seiring fokus pelaku pasar terhadap proses rebalancing indeks MSCI yang memicu penyesuaian portofolio global.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, menilai tekanan yang terjadi saat ini lebih dipengaruhi faktor teknikal akibat perpindahan dana kelolaan pasif (passive funds), bukan karena memburuknya fundamental ekonomi Indonesia.
“Tekanan pasar saat ini lebih mencerminkan faktor teknikal dan mekanisme global rebalancing dibanding deteriorasi fundamental ekonomi domestik secara struktural. Dengan pertumbuhan GDP Indonesia kuartal I-2026 yang tetap solid di level 5,61 persen, pasar domestik sebenarnya masih memiliki fondasi fundamental yang cukup resilien,” ujar Imam dalam analisisnya di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, meskipun terdapat potensi arus modal keluar (outflow) dari saham-saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI, pasar juga berpotensi mengalami rotasi dana ke sejumlah emiten dengan peningkatan bobot indeks.
Saham-saham seperti BMRI, BRMS, PGAS, ADRO, INDF, MTEL, dan TOWR diperkirakan berpeluang menerima aliran dana masuk (inflow) dalam beberapa waktu ke depan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan