Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Selain itu, pasar juga mendapat sentimen positif jangka menengah dari potensi peningkatan status pasar Korea Selatan oleh MSCI menjadi Developed Market. Jika terealisasi, sebagian alokasi dana global berpotensi beralih ke pasar berkembang, termasuk Indonesia.
Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren bearish dengan area support berikutnya di kisaran 6.640 hingga 6.538. Meski mulai terlihat tanda-tanda jenuh jual (bearish exhaustion), sinyal pembalikan arah pasar dinilai belum terbentuk kuat.
“Namun hingga arus dana asing mulai stabil pasca effective date MSCI, volatilitas pasar diperkirakan masih akan tetap tinggi dan menuntut investor untuk lebih disiplin dalam mengelola risiko dan posisi trading,” tambah Imam.
Tekanan IHSG Dipicu Perombakan MSCI
Pada pekan sebelumnya, IHSG ditutup melemah tajam ke level 6.723 setelah diterpa aksi jual besar-besaran. Kondisi ini dipicu keputusan MSCI yang mengeluarkan sejumlah saham besar Indonesia dari Global Standard Index.
Beberapa saham yang terdampak antara lain AMMN, BREN, TPIA, DSSA, hingga CUAN.
“Keputusan MSCI yang mengeluarkan sejumlah saham besar seperti AMMN, BREN, TPIA, DSSA, hingga CUAN dari Global Standard Index menjadi katalis utama meningkatnya tekanan jual di pasar domestik,” kata Imam.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan