“Kita sudah menyandang status destinasi premium, tetapi fasilitas wisata justru tidak terawat. Ini sangat memalukan dan berbahaya bagi citra pariwisata kita,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa kepercayaan wisatawan merupakan aset utama industri pariwisata. Jika rasa aman wisatawan hilang, dampaknya akan panjang terhadap kunjungan wisata dan ekonomi masyarakat.

“Kalau wisatawan mulai ragu datang karena faktor keselamatan, maka yang rugi bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat yang hidup dari sektor pariwisata,” katanya.

Minta Evaluasi dan Perbaikan Menyeluruh

Hasanudin mendesak pemerintah daerah segera melakukan evaluasi besar-besaran terhadap seluruh fasilitas wisata, terutama di lokasi dengan tingkat kunjungan tinggi.

Ia meminta audit keselamatan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pengecekan kondisi jembatan, jalur tracking, pagar pengaman, hingga standar operasional pengelola wisata.

“Jangan tunggu ada korban lagi baru sibuk bertindak. Pemerintah harus bergerak cepat melakukan audit dan perbaikan total di semua titik wisata yang berisiko,” tegasnya.

Infrastruktur Wisata Tak Boleh Diabaikan

Hasanudin juga menekankan bahwa pembenahan fasilitas wisata bukan hanya soal keselamatan, tetapi berkaitan langsung dengan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.