Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Setelah prosesi doa selesai, kegiatan dilanjutkan dengan konser lagu-lagu pujian Maria yang dibawakan oleh sejumlah kelompok paduan suara dan vokal grup.
Penampilan dari Vocal Grup SMAK Suria Atambua, Frater TOR Lo’o Damian, Fortino Choir, Magnificat Choir, Vocalista Bela Choir, serta duet Sibta Regina dan Aris Lopes berhasil menghadirkan nuansa teduh sekaligus memperkuat semangat iman umat yang hadir.
Puncak acara berlangsung penuh haru saat Isabela Maubere membawakan doa tentang cinta, perdamaian, dan harapan kepada Bunda Maria yang diiringi lagu-lagu Mary Hymns.
Momen tersebut semakin menyentuh ketika dilanjutkan dengan pelepasan lampion dan permainan pencahayaan yang menghiasi langit malam Teluk Gurita.
Lampion yang terbang ke angkasa menjadi simbol doa dan harapan umat yang dipanjatkan kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria. Suasana malam yang tenang berpadu dengan cahaya lampion menciptakan pemandangan yang memukau dan meninggalkan kesan mendalam bagi para peziarah.
Pelaksanaan Ave Maria Night tidak hanya menjadi sarana penguatan iman dan spiritualitas umat, tetapi juga mempererat tali persaudaraan lintas daerah.
Selain itu, kegiatan ini turut memperkenalkan Kawasan Patung Bunda Maria Pelindung Segala Bangsa sebagai salah satu destinasi wisata rohani unggulan di Kabupaten Belu yang terus menarik perhatian peziarah dari dalam maupun luar negeri.
Apresiasi dari Bupati Belu
Bupati Belu, Willybrodus Lay yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat berkumpul bersama ribuan umat Katolik.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan