Kupang, RakyatNTT.ID Universitas Nusa Cendana (Undana) terus mempercepat pengembangan institusi dengan mengusulkan pembukaan sembilan program studi (prodi) baru lintas jenjang pendidikan pada tahun 2026.

Langkah strategis ini diperkuat melalui keikutsertaan Undana dalam sesi Coaching Clinic bersama Direktorat Kelembagaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang digelar secara virtual pada Senin (12/4/2026). Kegiatan ini bertujuan menyempurnakan dokumen administratif dan teknis sebagai syarat pengajuan izin operasional prodi.

Pendampingan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat resmi Wakil Rektor Bidang Akademik Undana nomor 3493/UN15.4/TU/2026 yang diajukan pada Maret 2026. Upaya ini menjadi bagian dari respons Undana terhadap meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di berbagai sektor strategis, mulai dari kesehatan, teknologi, hingga hukum.

Melalui pendampingan ini, pihak kementerian memberikan asistensi teknis terkait pengajuan dokumen melalui portal SIAGA agar sesuai dengan standar nasional pendidikan tinggi.

Sembilan Prodi Lintas Jenjang

Wakil Rektor Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha Ina Rohi Detha, M.Si., menjelaskan bahwa sembilan prodi yang diusulkan mencakup jenjang sarjana, pascasarjana, hingga profesi.

Untuk jenjang sarjana (S1), prodi yang diajukan meliputi Pendidikan Teknik Informatika, Pendidikan Seni Pertunjukan, dan Geologi.

Pada jenjang pascasarjana, Undana mengusulkan S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat, S2 Akuntansi, serta S2 Kenotariatan.

Sementara itu, pada jenjang profesi, terdapat tiga prodi yang diajukan, yakni Profesi Psikologi, Profesi Apoteker, dan Profesi Keperawatan.

“Kami mendapatkan pencerahan mendalam terkait dokumen-dokumen penting yang harus dipenuhi, termasuk prodi tertentu yang memerlukan rekomendasi khusus dari konsorsium,” ujar Prof. Annytha.

Target Operasional Bertahap

Undana optimistis sejumlah prodi dapat segera beroperasi dalam waktu dekat. Prodi S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat diperkirakan memperoleh izin operasional dalam satu hingga dua bulan ke depan.

Sementara itu, prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika dan S1 Pendidikan Seni Pertunjukan ditargetkan mulai menerima mahasiswa pada tahun ini.

Untuk jenjang profesi, Prodi Profesi Apoteker diharapkan mulai berjalan pada semester ganjil tahun ini, disusul Profesi Keperawatan pada akhir 2026. Sedangkan S2 Akuntansi diproyeksikan mulai beroperasi pada semester genap tahun depan.

Prof. Annytha menyebut pendampingan dari kementerian sangat membantu dalam mengatasi berbagai kendala teknis, khususnya dalam penginputan dokumen di sistem nasional.

Perbaikan Dokumen dan Rasio Dosen

Dalam sesi Coaching Clinic, sejumlah catatan perbaikan juga disampaikan oleh tim kementerian. Beberapa aspek yang perlu dibenahi meliputi keabsahan ijazah, kelengkapan dokumen unggahan, hingga penyesuaian rasio dosen.

Distribusi dosen menjadi perhatian utama agar pembukaan prodi baru tidak mengganggu proses pembelajaran di program studi yang sudah berjalan.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai perguruan tinggi, seperti Tiana Milanda dari Universitas Padjadjaran dan Michiko Umeda dari Universitas Muhammadiyah Jakarta. Tim Direktorat Kelembagaan yang dipimpin Deny Kurniawan bersama para pakar turut memberikan arahan teknis terkait kurikulum, SDM dosen, hingga fasilitas akademik.

Direktur Kelembagaan, Mukhamad Najib, menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang diskusi penting untuk menyempurnakan dokumen sebelum memasuki tahap evaluasi lapangan.

Menuju Visitasi dan Finalisasi

Sebagai tahap lanjutan, tim Kemendiktisaintek dijadwalkan melakukan visitasi langsung ke kampus Undana pada 24 April 2026. Kunjungan ini akan menjadi bagian dari proses verifikasi akhir, termasuk rekomendasi tambahan untuk Prodi Kenotariatan melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum.

Upaya ekspansi ini menegaskan komitmen Undana sebagai perguruan tinggi yang adaptif dalam menjawab kebutuhan pendidikan dan pengembangan SDM, khususnya di Nusa Tenggara Timur dan Indonesia secara umum. (*/rnc)