Untuk jenjang sarjana (S1), prodi yang diajukan meliputi Pendidikan Teknik Informatika, Pendidikan Seni Pertunjukan, dan Geologi.

Pada jenjang pascasarjana, Undana mengusulkan S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat, S2 Akuntansi, serta S2 Kenotariatan.

Sementara itu, pada jenjang profesi, terdapat tiga prodi yang diajukan, yakni Profesi Psikologi, Profesi Apoteker, dan Profesi Keperawatan.

“Kami mendapatkan pencerahan mendalam terkait dokumen-dokumen penting yang harus dipenuhi, termasuk prodi tertentu yang memerlukan rekomendasi khusus dari konsorsium,” ujar Prof. Annytha.

Target Operasional Bertahap

Undana optimistis sejumlah prodi dapat segera beroperasi dalam waktu dekat. Prodi S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat diperkirakan memperoleh izin operasional dalam satu hingga dua bulan ke depan.

Sementara itu, prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika dan S1 Pendidikan Seni Pertunjukan ditargetkan mulai menerima mahasiswa pada tahun ini.

Untuk jenjang profesi, Prodi Profesi Apoteker diharapkan mulai berjalan pada semester ganjil tahun ini, disusul Profesi Keperawatan pada akhir 2026. Sedangkan S2 Akuntansi diproyeksikan mulai beroperasi pada semester genap tahun depan.

Prof. Annytha menyebut pendampingan dari kementerian sangat membantu dalam mengatasi berbagai kendala teknis, khususnya dalam penginputan dokumen di sistem nasional.

Perbaikan Dokumen dan Rasio Dosen

Dalam sesi Coaching Clinic, sejumlah catatan perbaikan juga disampaikan oleh tim kementerian. Beberapa aspek yang perlu dibenahi meliputi keabsahan ijazah, kelengkapan dokumen unggahan, hingga penyesuaian rasio dosen.