Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Banyak ide bisnis yang merupakan hasil kolaborasi. Ini menunjukkan kewirausahaan sudah menjadi gerakan bersama di kampus,” tambah Clarce.
Sementara itu, Reviewer P2MW Undana, Dr. Rolland E. Fanggidae, S.Si., M.M., menjelaskan bahwa proses penilaian tidak hanya menitikberatkan pada kelengkapan administrasi, tetapi juga pada kelayakan usaha dan aspek inovasi.
Menurutnya, proposal yang lolos seleksi merupakan ide bisnis yang mampu menawarkan solusi nyata bagi masyarakat sekaligus memiliki potensi keberlanjutan ekonomi.
Sepuluh proposal yang dikirim mencakup berbagai bidang usaha, mulai dari makanan dan minuman, budidaya dan manufaktur, industri kreatif, seni dan budaya, jasa pariwisata, hingga teknologi terapan dan bisnis digital.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya berbisnis, tetapi juga menciptakan inovasi yang berdampak dan berkelanjutan,” jelas Dr. Rolland.
Peningkatan kualitas proposal tahun ini juga dipengaruhi oleh capaian Undana pada ajang KMI Expo sebelumnya. Keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk aktif mengikuti kompetisi kewirausahaan selama masa studi.
Sebagai tindak lanjut, Undana berkomitmen memperkuat pembinaan melalui pendampingan intensif serta integrasi program kewirausahaan dengan penelitian dan pengabdian dosen. Langkah ini diharapkan mampu mendorong hilirisasi inovasi kampus menjadi usaha yang berdaya saing nasional.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

